4 Diet yang Cocok untuk Wanita Usia di Atas 50 Tahun

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 481 2310760 4-diet-yang-cocok-untuk-wanita-usia-di-atas-50-tahun-2xEmw3lqr4.jpg Ilustrasi diet sehat. (Foto: Louis Hansel/Unsplash)

DIET menjadi jalan pola hidup sehat bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Namun apakah seseorang, khususnya wanita berusia di atas 50 tahun, juga bisa melakukannya?

Sebagaimana diketahui, sebagian orang yang sudah berusia di atas 50 tahun cukup rentan penyakit. Apalagi jika melakukan diet, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitasnya.

Baca juga: 3 Campuran Bawang Putih Ini Mampu Bantu Turunkan Berat Badan Loh 

Namun ternyata seseorang yang sudah berusia di atas 50 tahun juga bisa melakukan diet lho. Ini empat diet di antaranya, sebagaimana dikutip dari Health Line, Selasa (17/11/2020):

1. Diet Mediterania

Diet Mediterania secara konsisten dinilai sebagai salah satu pola makan tersehat bagi hampir semua orang, termasuk wanita usia di atas 50 tahun.

Berdasarkan pola makan masyarakat di Yunani dan Italia Selatan, pada 1960-an, pola makan ini ditandai dengan rendahnya kandungan lemak jenuhnya. Ini termasuk terdiri dari sayuran, kacang-kacangan, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian, dan minyak zaitun sebagai sumber utama tambahan lemak.

Meskipun pola makan Mediterania didominasi nabati, dapat mencakup sejumlah kecil ikan dan produk susu, serta jumlah lainnya seperti telur, unggas, dan daging merah.

Penelitian selama puluhan tahun menunjukkan bahwa diet ini mengurangi risiko berbagai penyakit kronis terkait usia seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penurunan mental.

Ilustrasi diet sehat. (Foto: Loius Hansel/Unsplash)

2. Diet DASH

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian bagi wanita usia di atas 50 tahun. Terlebih lagi, tingkat tekanan darah tinggi –faktor risiko utama penyakit jantung– meningkat secara signifikan setelah menopause.

Diet pendekatan ini untuk menghentikan hipertensi (DASH), serta dirancang untuk mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi, juga disebut hipertensi.

Selain itu ditandai dengan kandungan natriumnya yang rendah, dan penekanan pada makanan yang kaya kalsium, kalium, dan magnesium, yang diketahui membantu mengurangi tekanan darah.

Baca juga: 5 Makanan Kaya Karbohidrat yang Cocok untuk Diet, Apa Saja? 

3. Diet fleksibel

Diet Flexitarian adalah program semi-vegetarian yang sebagian besar bersumber dari tumbuhan, tetapi terkadang mencakup daging, telur, produk susu, dan ikan.

Pola makan ini kini paling populer di kalangan wanita yang mengurangi asupan dagingnya karena alasan kesehatan, kesejahteraan hewan, atau lingkungan.

Diet Flexitarian merupakan pilihan yang baik bagi siapa saja yang tertarik untuk meningkatkan asupan serat, dan protein nabati yang juga mengakui nilai gizi produk hewani dan ingin memakannya sesuai kebutuhan.

4. Diet MIND

Usia dan jenis kelamin merupakan faktor risiko utama demensia yang prevalensinya secara signifikan lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria. Faktanya, sekira dua pertiga orang dengan penyakit alzheimer bentuk demensia yang paling umum adalah wanita.

Diet MIND dikembangkan untuk mengurangi risiko penyakit alzheimer dan jenis penurunan mental terkait usia lainnya.

MIND adalah singkatan dari "Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay". Sesuai namanya, diet ini menggabungkan elemen diet Mediterania dan DASH yang telah terbukti mendukung kesehatan otak.

Diet ini menekankan makanan seperti biji-bijian, beri, sayuran hijau, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan berlemak. Makanan yang digoreng, daging merah, mentega, keju, dan permen tidak dianjurkan.

Baca juga: Alquran dan Sains: Rasulullah Menganjurkan Diet untuk Kesehatan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini