Jangan Anggap Remeh Kanker Prostat, Ini Bahayanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 481 2311571 jangan-anggap-remeh-kanker-prostat-ini-bahayanya-PTbTZ0tzY5.jpg Sedih karena terkena kanker prostat

Kanker prostat kian mengintai masyarakat Indonesia. Diperkirakan terdapat 25.012 pria di Indonesia yang menderita kanker prostat pada 2013. Sayangnya penderita kanker prostat baru terdeteksi ketika penyakit mereka sudah masuk ke stadium lanjut.

Tidak hanya itu, angka kematian akibat kanker prostat di Indonesia juga terbilang tinggi mencapai 5.007 jiwa. Bahkan penyakit ini menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian bagi laki-laki di Indonesia.

 kanker prostat

Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat dan paling umum terjadi di kalangan pria dewasa. Kanker prostat terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali.

Seperti diketahui, prostat juga merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan berada di bawah kantung kemih. Sel kanker ini dapat bermetastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan kelenjar getah bening.

Metastasis ke tulang merupakan penyebaran yang paling sering ditemukan pada kanker prostat. Hal ini akan menyebabkan penderitaan yang amat sangat karena nyeri yang hebat.

Sebagaimana dilansir Mayo Clinic, Rabu (18/11/2020), kanker prostat tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus segera mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat. Sebab penyakit satu ini dapat menyebabkan komplikasi yang semakin membahayakan penderitanya. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya.

1. Kanker yang menyebar (bermetastasis)

Kanker prostat dapat menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih, atau menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke tulang atau organ lain. Kanker prostat yang menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri dan patah tulang. Setelah kanker prostat telah menyebar ke area lain di tubuh, ia mungkin masih merespons pengobatan dan dapat dikontrol, tetapi kemungkinannya tidak dapat disembuhkan.

2. Inkontinensia (sulit menahan buang air kecil)

Baik kanker prostat maupun pengobatannya dapat menyebabkan inkontinensia urin. Perawatan untuk inkontinensia tergantung pada jenis yang Anda alami, seberapa parah kondisinya, dan kemungkinannya akan membaik seiring waktu. Pilihan pengobatan mungkin termasuk obat-obatan, kateter dan operasi.

Baca juga: Indahnya Persahabat antara Rakun dan Pensiunan Polisi Gunung

3. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dapat terjadi akibat kanker prostat atau pengobatannya, termasuk pembedahan, radiasi, atau perawatan hormon. Obat, perangkat vakum yang membantu mencapai ereksi dan pembedahan tersedia untuk mengobati disfungsi ereksi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini