Pandemi Bikin Cemas, Ini Cara Mengatasinya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 481 2311691 pandemi-bikin-cemas-ini-cara-mengatasinya-xfkijN327Y.jpg Merasa cemas (Foto: Readers Digest)

Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir setahun ini berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan. Mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga mental masyarakat.

Ketakutan akan ancaman virus, kehilangan pekerjaan, bahkan berjuang melawan Covid-19 bagi para pasien tentu berdampak pada kesehatan mental mereka. Jika tidak pandai mengelola emosi, maka bisa berakibat pada gangguanpeningkatan rasa cemas bahkan depresi.

 cemas

Menanggapi hal tersebut, psikolog Meity Arianti mengatakan, pandemi telah mengajarkan bagaimana manusia bisa survive. Namun, hal tersebut tergantung dari bagaimana manusia tersebut menyikapinya.

"Kehilangan pekerjaan atau takut terancam virus memang sesuatu yang berat. Akan tetapi kita tetap bisa mengambil hikmah dari pandemi ini, yakni saat ini masyarakat lebih peduli akan kebersihan dan kesehatan," ujar Mei saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Mei memberikan contoh tentang masyarakat yang lebih peduli kesehatan, seperti lebih rajin membersihkan rumah dan barang-barang dari debu, lebih sering mencuci tangan, mengonsumsi makanan sehat, berjemur guna mendapatkan vitamin D, dan sebagainya.

Namun merawat kesehatan terlalu ketat juga dapat menimbulkan kecemasan. Oleh karena itu Mei pun memberikan tips untuk mengatasi kecemasan yang dapat berujung pada depresi.

Salah satu contoh sederhana yang diberikan Mei adalah dengan melakukan hal-hal ringan yang Anda sukai. Seperti berolahraga, menonton, berkebun, atau berkumpul dengan keluarga.

"Intinya cari kesibukan yang dapat membuat Anda senang atau bisa juga mencari kegiatan yang bisa membuat Anda kreatif," papar Mei.

Selain melakukan kegiatan yang menyenangkan, Anda juga bisa berbagi perasaan kepada sahabat atau orang yang Anda percaya. Karena sejatinya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.

 Baca juga: Indahnya Persahabat antara Rakun dan Pensiunan Polisi Gunung

"Dengan berbagi unek-unek, perasaan akan jauh lebih tenang sehingga kecemasan pun berkurang. Berbagi perasaan juga dapat membuat Anda merasa lebih bermanfaat," pungkas Mei.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini