Mamah Dedeh Terinfeksi Covid-19, Berikut Protokol Kesehatan bagi Lansia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 481 2312319 mamah-dedeh-terinfeksi-covid-19-berikut-protokol-kesehatan-bagi-lansia-nWYAUFDqsc.jpg Terkena Covid-19 (Foto: Pixabay)

Pendakwah terkenal Dedeh Rosidah atau lebih sering disapa Mamah Dedeh dikabarkan terpapar virus corona Covid-19. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Susanto selaku ketua RW tempat wanita berusia 69 tahun itu tinggal yakni di kawasan Depok, Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, lansia merupakan kelompok rentan yang paling berisiko mengalami kematian akibat Covid-19, sehingga pencegahan penularan mulai dari tingkat individu, keluarga dan masyarakat menjadi sangat penting.

 Mamah Dedeh

Merangkum dari laman resmi Kemenkes, Kamis (19/11/2020) berikut langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19 bagi lansia secara umum:

1. Tetap tinggal di rumah, panti wreda, senior living dan melakukan kegiatan rutin sehari-hari.

2. Menjaga jarak 1 meter atau lebih dengan orang lain, hindari bersentuhan, bersalaman atau bercium pipi, serta jauhi orang sakit.

3. Menjaga kebersihan tangan dengan cara sering cuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizer, serta hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

4. Lansia maupun pendamping selalu memakai masker.

5. Bila batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu.

6. Istirahat dan tidur yang cukup, minimal 6-8 jam sehari atau lebih.

7. Menjaga lingkungan tempat tinggal agar sirkulasi udara baik dan terpapar sinar matahari.

8. Makan makanan bergizi seimbang dengan cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Selain itu minum yang cukup, dan bila diperlukan minum multi vitamin serta hindari dan hentikan merokok.

9. Melakukan aktivitas fisik yang cukup di rumah, seperti olahraga ringan di dalam rumah menggunakan video tutorial, mengurus tanaman di sekitar rumah sambil berjemur di pagi hari, membuat kreativitas tangan untuk melatih motorik, membaca buku dan mengisi teka-teki silang untuk mencegah penurunan kognisi, beribadah, memasak makanan yang disukai atau aktivitas lain yang menyenangkan.

10. Jauhi keramaian, perkumpulan dan kegiatan sosial, seperti arisan, reuni, rekreasi, pergi berbelanja dan lain-lain.

11. Menjaga kesehatan jiwa dan psikososial lansia dengan cara menghindari berita atau informasi yang memancing rasa khawatir berlebihan, dan lebih banyak mengakses informasi positif yang memberi sugesti dan keyakinan baik serta membangkitkan optimisme.

Selain itu tetap menjalin komunikasi dengan anak, cucu dan kerabat lain maupun teman melalui komunikasi jarak jauh, atau mengatur jadwal kunjungan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan.

12. Lansia yang mempunyai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes atau penyakit menahun lainnya dapat melakukan pemantauan kesehatan mandiri di rumah menggunakan alat kesehatan sederhana, seperti alat tensimeter digital, thermometer digital, alat cek darah sederhana.

Selain itu pastikan obat-obatan rutin yang harus diminum setiap hari dalam jangka waktu lama tetap cukup persediaannya di rumah.

13. Lansia dianjurkan untuk tidak pergi berobat ke Puskesmas atau ke rumah sakit, kecuali mengalami tanda-tanda kegawatdaruratan seperti:

-Perubahan kesadaran (bicara meracau, tidak nyambung, lebih sering mengantuk, tiba-tiba mengompol).

-Nyeri dada yang memberat.

-Diare, muntah-muntah, tidak mau makan, lemas yang memberat, demam tinggi ≥ 38C.

-Jatuh yang menyebabkan nyeri hebat/kecurigaan patah tulang/pingsan.

-Nyeri yang memberat.

-Perdarahan yang sukar berhenti.

-Sesak napas yang memberat.

 Baca juga: Foto KTP Ariel Tatum Viral, Netizen: Cantik Banget

-Gangguan saraf mendadak (kelemahan anggota badan, sakit kepala hebat, bicara pelo, kejang).

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini