Sebabkan Kematian Terbanyak, Kenali Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 481 2312530 sebabkan-kematian-terbanyak-kenali-faktor-risiko-penyakit-paru-obstruktif-kronis-K2GDQGc7vm.jpg Sakit paru kronis (Foto: Colsult QD)

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit kronik yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. PPOK merupakan penyebab ke-4 kematian terbanyak di dunia.

Penyakit PPOK sering dijumpai di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jawa Barat, Aceh, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Pada umumnya penyakit ini menimpa golongan lanjut usia yang berusia di atas 50 tahun.

 lansia

Dokter Spesialis Paru, PDPI Cabang Jakarta, dr. Budhi Antariksa, Sp.P(K), Ph.D menjelaskan, PPOK bisa terjadi karena berbagai sebab. Dalam acara Webinar ‘Pejuang Penyakit Paru di Tengah Pandemi Covid-19', ia pun membagikan beberapa faktor risiko PPOK yang paling sering dialami masyarakat.

“Faktor risiko pertama dan terbesar adalah kebiasaan merokok. Selain itu debu serta pekerjaan yang melibatkan bahan kimia juga menyumbang risiko PPOK. Asap tembakau dari seorang perokok pasif serta polusi udara yang ada di kota besar juga ikut memainkan peran,” terang dr. Budhi.

Selain faktor ekternal, ada pula faktor internal yang sulit untuk dihindari. Dokter Budhi menjelaskan pengaruh genetik atau riwayat keturunan juga memainkan peran dalam faktor risiko PPOK. Terjadinya infeksi pada paru, status sosial ekonomi dan usia tua menjadi penyumbang risiko lainnya.

Baca juga: Deretan Perusahaan Pengembang Vaksin Covid-19, Apa Saja?

 

“Faktor itu meliputi jenis kelamin, hipersekresi mukus, hiper responsif saluran napas, asma, jenis pekerjaan, polusi lingkungan, penyakit pada masa kanak-kanak dan infeksi saluran napas berulang,” pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini