Kenali Ciri-Ciri PPOK, Penyakit yang Sebabkan Kematian Terbesar Keempat Dunia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 481 2312536 kenali-ciri-ciri-ppok-penyakit-yang-sebabkan-kematian-terbesar-keempat-dunia-jh0LXEkT2t.jpg (Foto: Shutterstock)

FAKTOR risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau dikenal dengan istilah COPD di Indonesia termasuk tinggi. Hal ini disebabkan oleh prevalensi perokok di Indonesia yang menduduki peringkat tiga besar di dunia.

Berdasarkan data GATS 2013, menunjukkan prevalensi perokok di Indonesia usia di atas 15 tahun sebesar 67 persen untuk laki-laki.

Penyakit PPOK sering dijumpai di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jawa Barat, Aceh, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Pada umumnya penyakit ini menimpa golongan lanjut usia (Lansia) yang berusia di atas 50 tahun.

Dokter Spesialis Paru, PDPI Cabang Jakarta, dr. Budhi Antariksa, Sp.P(K), Ph.D menjelaskan setidaknya terdapat dua penyakit penyebab PPOK. Beberapa di antaranya adalah emfisema yang merupakan kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru. Sementara penyakit lainnya adalah bronkitis kronis.

 Hal ini disebabkan oleh prevalensi perokok di Indonesia yang menduduki peringkat tiga besar di dunia.

Baca juga: 6 Manfaat Buah Nangka untuk Kesehatan, Yuk Disimak

“Emfisema ditandai dengan kerusakan alvelous atau kantung udara yang berfungsi menghantarkan oksigen ke dalam paru dan mengeluarkan karbondioksida, gejala lainnya adalah sesak napas. Penyakit ini bisa menyebabkan hilangnya elastisitas jaringan paru, alveoli melebar dan robek, obstruksi, dan air trapping,” terang dr. Budhi, dalam Webinar ‘Pejuang Penyakit Paru di Tengah Pandemi Covid-19'.

Di sisi lain bronkitis kronis ditandai dengan adanya inflamasi dan produksi mukus atau lendir berlebihan serta adanya batuk kronik produktif. Penyakit ini bisa disebabkan karena adanya inflamasi, hipersekresi mukus, dan obstruksi.

“Pada umumnya pasien PPOK mengalami sesak, batuk kronik, dan produksi sputum. Seseorang dinyatakan PPOK apabila pada anamnesis ditemukan adanya riwayat pajanan faktor risiko disertai batuk kronik dan berdahak dengan sesak nafas terutama pada saat melakukan aktivitas pada seseorang yang lanjut usia,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini