Alasan WHO Larang Remdesivir untuk Pengobatan Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 481 2313006 alasan-who-larang-remdesivir-untuk-pengobatan-covid-19-9DmCLwtXSt.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Ahli Paru di Northwell Health di New York, dr. Hugh Cassiere, mengatakan remdesivir dianggap bekerja dengan menghentikan replikasi virus, kemungkinan akan berdampak lebih pada awal perjalanan penyakit.

“Jika Anda mulai menggunakan remdesivir sejak dini, Anda akan mengharapkan hasil yang lebih baik,” kata Cassiere.

Dokter Ken Lyn-Kew dari National Jewish Health di Denver setuju bahwa terus mempelajari remdesivir adalah hal yang penting. Tetapi dia tidak begitu antusias menggunakan obat tersebut untuk pasien yang menderita penyakit stadium lanjut.

"Data menunjukkan itu benar-benar tidak bekerja dengan baik pada pasien yang dirawat di rumah sakit," kata Lyn-Kew.

Remdesivir

Kesecioglu mengatakan tidak ada cukup data tentang kapan remdesivir mungkin efektif atau untuk mencegah penggunaan rutinnya dalam perawatan intensif. Itu tandanya dokter harus menggunakan remdesivir hanya sesekali, bukan sebagai pengobatan standar untuk pasien Covid-19.

Sekira 10 bulan setelah pandemi, perdebatan terus berkecamuk di industri medis tentang obat mana yang terbaik untuk merawat pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Menurut data yang dibagikan Gilead dengan European Medicines Agency Remdesivir memiliki potensi efek samping pada ginjal.

Secara terpisah, FDA mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat untuk remdesivir yang dikombinasikan dengan baricitinib Eli Lilly. Ini adalah pil yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis.

Dalam uji klinis pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, pengobatan gabungan terbukti mengurangi waktu pemulihan dalam 29 hari setelah memulai pengobatan, dibandingkan dengan pasien yang menerima plasebo dengan remdesivir.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini