Tak Mau Gigi Anak Cepat Berlubang? Pastikan Melakukan 3 Cara Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 612 2313061 tak-mau-gigi-anak-cepat-berlubang-pastikan-melakukan-3-cara-ini-DzNsBiQLaV.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GIGI anak-anak memang mudah berlubang, lantaran anak-anak gemar sekali dengan makanan manis. Pasalnya, bakteri pada plak gigi akan memetabolisme gula dari makanan dan menghasilkan asam.

Perlu diketahui, gula merupakan makanan dari bakteri. Asam ini kemudian akan mengikis mineral dari permukaan gigi atau biasa disebut dengan enamel. Namun, jika mineral yang hilang tetap tidak dapat digantikan, maka proses untuk menuju gigi berlubang akan berlanjut. Seiring waktu, permukaan gigi akan melemah dan hancur, membentuk sebuah lubang.

Gigi berlubang terjadi karena hilangnya mineral pada gigi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini menghasilkan asam yang akan mengikis permukaan gigi.

Sebenarnya, saliva atau air liur dalam mulut kita sudah bekerja keras untuk menjaga gigi kita dari bakteri dan asam. Namun, karena makanan yang kita makan cukup banyak, saliva membutuhkan bantuan untuk melakukan kerjanya.

Oleh karenanya, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membantu membersihkan gigi dari bakteri dan asa, seperti dilansir dari hellosehat.

sakit gigi

Sikat gigi secara teratur

Menyikat gigi secara teratur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride penting dilakukan untuk mencegah gigi berlubang. Fluoride dapat mencegah gigi berlubang dengan cara mencegah hilangnya mineral dari permukaan gigi, menggantikan mineral yang hilang pada gigi, mengurangi kemampuan bakteri untuk menghasilkan asam.

Menyikat gigi sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Saat tidur, saliva yang dihasilkan hanya sedikit, sehingga sikat gigi sebelum tidur membantu gigi memperbaiki dirinya dari asam.

Saat anak menyikat gigi, sebaiknya perhatikan:

Tidak perlu untuk menambahkan pasta gigi untuk anak berusia di bawah 2 tahun saat menyikat gigi, air saja sudah cukup untuk menyikat gigi anak pada usia ini.

Untuk anak usia 2-6 tahun, sebaiknya Anda yang memberi pasta gigi pada sikat gigi anak. Berikan hanya sebesar biji kacang saja, jangan terlalu banyak karena juga akan merusak gigi anak.

Ajari anak untuk membuang pasta giginya setelah menyikat gigi dan jangan sampai tertelan oleh anak. Kandungan fluoride yang tinggi pada pasta gigi anak jika tertelan oleh anak akan menyebabkan penyakit fluorosis.

Anak usia di bawah 6 tahun biasanya cenderung untuk menelan pasta gigi saat menyikat gigi, apalagi rasa sikat gigi yang manis dan seperti buah membuatnya ingin menelannya.

Jika anak belum bisa menyikat giginya sendiri, sebaiknya Anda bantu menyikat gigi anak. Coba bantu anak Anda menyikat gigi pada awal-awal menyikat gigi dan biarkan ia yang meneruskannya sendiri.

Perhatikan makanan

Makanan sangat mempengaruhi kesehatan gigi anak. Makanan dan minuman yang mengandung gula memicu bakteri untuk menghasilkan asam dari gula tersebut. Asam ini kemudian mengikis mineral pada permukaan gigi.

Walaupun saliva dapat melawan asam, tetapi jika terlalu banyak asam yang dihasilkan oleh bakteri, saliva tidak mampu untuk menanggulanginya.

Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan makanan dan minuman apa saja yang dimakan anak dan seberapa sering anak makan dan minum yang manis-manis.

Satu hal yang sering dilewatkan adalah apakah anak menyikat giginya setelah makan atau minum manis, hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah gigi berlubang apalagi jika anak Anda suka yang manis. Pastikan anak tidak makan lagi setelah sikat gigi sebelum tidur.

makanan anak

Beberapa makanan dan minuman manis yang sebaiknya dibatasi untuk dikonsumsi oleh anak adalah:

- Cokelat

- Cake dan biskuit

- Kue manis dan pie buah

- Puding

- Sereal

- Selai

- Madu

- Es krim

- Sirup

- Minuman ringan, seperti minuman bersoda dan minuman teh dalam kemasan

Sebaiknya beri anak waktu untuk menikmati makanan ringan manis tersebut, di antara waktu makan utama. Hal ini berguna untuk mengurangi kebiasaan anak makan makanan manis terus menerus dan juga untuk memberikan waktu bagi saliva untuk memperbaiki gigi.

Memeriksakan gigi anak ke dokter gigi secara rutin

Jangan lupa untuk selalu memeriksakan gigi anak secara rutin ke dokter gigi, setidaknya satu tahun sekali. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak, sehingga jika terjadi kerusakan pada gigi anak dapat diketahui sedini mungkin.

Jelaskan dengan perlahan kepada anak bahwa mereka tidak perlu takut dengan dokter gigi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini