Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Selama Pandemi Meningkat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 612 2313143 kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-selama-pandemi-meningkat-nBIt8Wg686.jpg Anak mendapatkan kekerasan (Foto: Help Guide)

Pandemi Covid-19 tak hanya menimbulkan beban kesehatan bagi masyarakat, namun menyumbang peningkatan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Biasanya anak-anak dan wanita menjadi orang yang paling rentan mengalami kekerasan selama masa pandemi.

Pemerintah mencatat kekerasan terhadap perempuan dan anak selama pandemi corona mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan terganggunya aspek sosial dan ekonomi masyarakat pada masa ini.

 anak jadi korban kekerasan

Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawanti mengatakan, terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk menangani hal ini. Sebab, perempuan dan anak adalah kelompok rentan dari paparan corona, baik dari aspek sosial maupun ekonomi.

"Kami juga mendapatkan informasi dari mitra dan data Simfoni PPPA tanggal 2 Maret-25 April 2020, tercatat ada 275 kasus kekerasan yang dialami perempuan dewasa dengan total korban 277 orang," terang Bintang.

Sementara itu, terjadi 368 kasus kekerasan terhadap anak dengan korban mencapai 407 orang selama masa pandemi. Data tersebut bersumber dari Simfoni PPA dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK).

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N. Rosalin mengatakan kondisi pengasuhan di Indonesia saat ini, terdapat 79,5 juta anak Indonesia yang harus dipenuhi hak-haknya dan diberikan perlindungan secara khusus.

“Selain itu, sebanyak 3,73% balita diketahui mendapat pengasuhan tidak layak. Angka ini cukup besar jika dilihat dalam angka absolutnya dari jumlah seluruh anak di Indonesia,” ungkap Lenny.

Dalam menindaklanjuti hal tersebut, kata Lenny, pentingnya mengajak seluruh keluarga untuk memberikan pengasuhan dengan memenuhi hak-hak anak, serta memberikan perlindungan khusus bagi anak yang memerlukannya.

 Baca juga: 5 Potret Haru Vanessa Angel Bareng Baby Gala Sky Andriansyah, Bikin Baper!

Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat relasi antara anak dengan anggota keluarga, agar pengasuhan berbasis hak anak dapat semakin dipahami oleh orangtua, wali atau pengasuh di luar keluarga inti.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini