Ricky Yacobi Meninggal, Ini Saran Dokter Cegah Serangan Jantung saat Olahraga

Diana Rafikasari, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 481 2313644 ricky-yacobi-meninggal-ini-saran-dokter-cegah-serangan-jantung-saat-olahraga-dY2feBIuZ3.jpg Ilustrasi serangan jantung saat olahraga (Foto : Medicaldaily)

Legenda sepak bola Indonesia, Ricky Yacobi meninggal dunia pada Sabtu (21/11) pagi. Ricky menghembuskan napas terakhir di RS Mintoharjo. Ricky dikabarkan mengalami serangan jantung saat bermain bola di salah satu lapangan di Gelora Bung Karno (GBK).

"Innalilahi wainnailahi rojiun, telah meninggal dunia sahabat dan pemain Nasional kita bang Ricki Yacobi di RS Mintoharjo. Semoga Almarhum meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah," tulis pesan singkat yang diterima media.

Belajar dari kasus yang dialami Ricky Yacobi, sepak bola memang terbukti membangun kebugaran kardiovaskular dan kontrol berat badan. Namun, olahraga berlebihan justru sebaliknya, dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti serangan jantung yang dialami Ricky Yacobi.

Ricky Yacobi

Baca Juga : Legenda Timnas Indonesia Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Ketum PSSI Kirim Doa

Spesialis kedokteran olahraga, Dr. Andi Kurniawan, Sp.KO mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat olahraga, baik untuk atlet maupun orang biasa. Idealnya olahraga bukan sesuai usia melainkan sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.

"Berolahraga itu bukan sesuai usia tapi berolahragalah sesuai kemampuan dan kondisi tubuhnya. Misalnya usianya 40 tahun tapi dia tidak pernah olahraga sebelumnya, ya tidak disaranin olahraga yang langsung ngangkat yang berat, lari yang panjang," kata dr. Andi Kurniawan saat dihubungi SINDOnews beberapa waktu lalu.

"Tapi ketika dia usianya 40 tahun, tapi dia rajin berolahraga tidak masalah. Mereka bisa melakukan olahraga apa saja karena memang mereka udah terlatih. Jadi berolahragalah sesuai dengan kondisi tubuhnya," lanjutnya.

Sementara bagi mereka yang belum pernah berolahraga sebelumnya, dan baru akan memulai olahraga, dr Andi menyarankan untuk mengawalinya dengan melakukan aktivitas fisik ringan. Adapun untuk durasi olahraga, idealnya dimulai dengan durasi pendek.

"Mulailah dengan durasi yang pendek terlebih dahulu. Olahraga ringan itu seperti jalan kaki, bersepeda, berenang. Kemudian kalo angkat beban, angkat bebannya yang ringan terlebih dahulu," saran dokter yang praktik di Eminence Sports Medicine And Human Performance Centre itu.

Jalan Kaki

Sedangkan untuk durasi direkomendasikan cukup 30 menit dalam seminggu atau 150 menit perminggu. Namun untuk mereka yang belum pernah olahraga, bisa mulai 15 menit sampai 20 menit perhari 5 kali dalam seminggu.

"Tapi targetnya, goalnya adalah 30 menit kali 5 per minggu," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini