Ricky Yacobi Meninggal, Ketahui Batas Maksimal Kemampuan Jantung saat Berolahraga

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 481 2313674 ricky-yacobi-meninggal-ketahui-batas-maksimal-kemampuan-jantung-saat-berolahraga-Zsf4VDuoSS.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Tanah Air. Legenda sepak bola, Ricky Yacobi meninggal dunia sabtu pagi tadi.

Ricky Yacobi menghembuskan napas terakhir di RS Mintoharjo. Ricky dikabarkan mengalami serangan jantung saat bermain bola di salah satu lapangan di Gelora Bung Karno (GBK).

"Innalilahi wainnailahi rojiun, telah meninggal dunia sahabat dan pemain Nasional kita bang Ricki Yacobi di RS Mintoharjo. Semoga Almarhum meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah," tulis pesan singkat yang diterima media.

Dari peristiwa meninggalnya Ricky Yacobi, banyak hal yang perlu diperhatikan masyarakat terkait dengan kesehatan jantung dan aktivitas fisik yang mesti dilakukan. Karena berhubungan dengan batas kemampuan maksimal jantung.

Baca Juga : Ricky Yacobi Meninggal, Ini Saran Dokter Cegah Serangan Jantung saat Olahraga

Hal tersebut pernah diutarakan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk (Sport, Shoulder, and Spine Clinic) dr. Langga Sintong, SpOT. Dia menjelaskan perihal rumus untuk menentukan batas maksimal kemampuan jantung.

"Untuk rumus mengatur batas maksimal detak jantung, memang menggunakan rumus 220-umur, tapi 80 persen dari hasil perhitungan itu dianggap tepat untuk menentukan batas maksimal 'heart rate," katanya melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu.

Olahraga

Dokter Lanngga pun memberi tambahan informasi terkait dengan pembahasan olahraga dan kapasitas jantung. Menurutnya, ada baiknya setiap orang mengurangi atau bahkan menghentikan olahraga jika kondisi tubuh tidak lagi fit.

"Kurangi atau stop kegiatan olahraga, dalam kata lain beristirahatlah. Jangan pernah memaksakan diri," ungkapnya.

Dia menambahkan, sebaiknya olahraga dilakukan secara bertahap intensitasnya, karena tujuan olahraga itu untuk mencari sehat, bukan malah mendekatkan diri pada penyakit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini