Cek Fakta, Jaga Jarak Malah Lemahkan Sistem Imun?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 23 November 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 481 2314441 cek-fakta-jaga-jarak-malah-lemahkan-sistem-imun-clkGaSmVCg.jpg Jaga jarak (Foto: Okezone)

Ada suatu anggapan yang bertolak belakangan dengan upaya pencegahan Covid-19 di berbagai negara. Ya, banyak negara mengharuskan warganya menjaga jarak supaya tidak terpapar virus penyakit.

Tapi, anggapan lain muncul yaitu ketika Anda jaga jarak, maka sistem imunitas tubuh akan lemah karena Anda tidak banyak terpapar kuman dari orang lain. Benarkah anggapan ini?

orang jaga jarak 

Dilansir dari New York Post, beberapa orang mulai merasa khawatir perilaku menjaga jarak dengan orang lain malah membuat tubuhnya lemah pada virus karena tidak bersinggungan dengan orang lain. Ya, kurangnya kontak aktif dengan orang dipercaya melemahkan sistem imun.

Namun, peneliti sistem kekebalan di Universitas Yale, Akiko Iwasaki, membantah pernyataan tersebut. Menurutnya, meski kita semua menjaga jarak aman setidaknya 2 meter, Anda tetap terpapar kuman pada faktanya.

"Tubuh kita itu terus-menerus merespons banyak bakteri dan kuman lain yang ada baik di dalam maupun luar rumah. Jadi, kita semua itu terus terpapar mikroba," katanya.

Oleh karena itu, sistem kekebalan manusia pada dasarnya selalu terpicu.

Lebih jauh lagi, efek dari vaksin masa kanak-kanak dan kekebalan bawaan lainnya juga bertahan cukup lama dan tidak akan hilang dalam semalam hanya karena Anda sekarang mulai menjaga jarak dengan orang lain selama pandemi Covid-19.

Para ahli mengatakan, siapa pun yang ingin meningkatkan kesehatan kekebalan tubuhnya selama pandemi, maka harus mempraktikkan kebiasaan seperti manajemen stres, makan sehat, olahraga teratur, dan cukup tidur.

"Itu benar-benar terbukti memengaruhi sistem kekebalan," tambahnya.

 Baca juga: Tips Aman Olahraga Supaya Tidak Mudah Sakit, Nomor 3 Paling Penting

Iwasaki pun menjelaskan bahwa suntikan flu musiman juga membantu melindungi tubuh seseorang dari penyakit potensial lainnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini