Diledek Terlalu Lebay Jalani Protokol Kesehatan, Kasih 5 Jawaban Ini!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 23 November 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 481 2314489 diledek-terlalu-lebay-jalani-protokol-kesehatan-kasih-5-jawaban-ini-X6jD1nn6rK.jpg Diledek karena menjaga protokol kesehatan ketat (Foto: Iomerino)

Banyak sekali di luar sana yang sampai detik ini berhati-hati dalam bersikap selama pandemi Covid-19, mungkin salah satunya Anda. Ya, Anda belum mau berkumpul dengan banyak orang, keluar rumah hanya sebatas belanja bulanan, atau bahkan benar-benar tidak keluar rumah.

Situasi seperti ini kerap membuat orang lain memandang pribadi yang terlalu jaga diri itu lebay. Terlebih, banyak sekali fasilitas umum yang buka dan media sosial memperlihatkan keramaian di sana.

Tapi, satu sisi bagi mereka yang ingin tetap menjaga diri dengan sebaik-baiknya di masa pandemi tak mau 'mengendurkan' tekat untuk selalu terproteksi. Lantas, apa yang harus Anda katakan pada orang yang menyebut Anda lebay tersebut?

Dilansir dari HuffPost, beberapa ahli mencoba menjelaskan pandangan mereka mengenai situasi ini. Apa kata mereka?

 wajib pakai masker

1. Jangan menyangkalnya!

"Saran saya kepada siapa pun yang dituduh lebay selama pandemi Covid-19 ialah jangan menyangkalnya atau bersikap defensif," kata Meg Gitlin, psikoterapis. "Jangan mundur dan beri respons terhadap tuduhan tersebut," lanjutnya.

Jadi, ketika ada orang lain yang mengatakan Anda 'too safe' selama pandemi Covid-19, beberkan fakta yang memang Anda amini benar. Terlebih, pandemi itu sendiri memang belum usai sampai sekarang.

"Katakan, setiap orang berhak melakukan apa yang menurut mereka terbaik, terlebih untuk merasa aman dan nyaman di kala pandemi seperti sekarang ini," ungkap Gitlin.

 

2. Jangan marah

Saat Anda menerima tuduhan itu, jangan seketika emosi dan marah. "Jangan berdebat," kata Diane Gottsman, pakar etiket sekaligus penulis 'Modern Etiquette for a Better Life'.

"Pandangan Anda pasti berbeda dengan orang lain dan Anda bisa merespons tuduhan tersebut dengan kalimat, 'Saya akan sangat menghargai jika Anda menghargai apa yang saya lakukan. Saya sangat berhati-hati dan begitulah cara keluarga saya menanggapi situasi ini'," ungkapnya.

3. Sadar kalau tuduhan itu bukan untuk Anda saja

"Saat percakapan ini muncul, coba sadari bahwa setiap orang punya pahamnya sendiri dalam menyikapi suatu kasus sesuai dengan apa yang mereka rasa nyaman, meski terkadang terdengar pertentangan dengan paham yang Anda yakini," kata Gitlin.

Perlu dicatat oleh semuanya, Gitlin menjelaskan bahwa salah satu mekanisme pertahanan yang digunakan orang ketika menghadapi ketidakpastian adalah dengan menilai atau merendahkan orang lain. Jadi, jika mereka menuduh Anda terlalu lebay, kemungkinan besar itu karena proyeksi dari frustasi mereka terhadap situasi ini.

Baca juga: Tips Aman Olahraga Supaya Tidak Mudah Sakit, Nomor 3 Paling Penting

"Saya sarankan, ketika Anda dapat cemoohan dari orang yang tidak suka pada sikap Anda yang terlalu berhati-hati, maka berhentilah sejenak lalu coba pikir ulang jika marah. Sebab, ungkapan yang Anda terima mungkin diterima juga oleh orang lain dari orang yang frustasi tersebut," ungkap Gitlin.

4. Berempati dengan emosi di balik ketidakpedulian protokol kesehatan

Craig A. Knippenberg, seorang terapis, merekomendasikan untuk Anda katakan ini jika ada orang yang menuduh Anda 'too safe' di masa pandemi sekarang.

"Saya sangat menghargai keinginan Anda untuk mengajak saya jalan-jalan bersama, saya juga mau. Tapi, saya punya keluarga yang berisiko tinggi, saya tidak mau mengambil risiko menyebarkan virus yang mungkin saya bawa dari luar ke dalam rumah," terangnya.

5. Ingatlah Anda punya hak untuk bersikap 'too safe'

Penting untuk diingat bahwa Anda memiliki hak untuk mengambil tindakan pencegahan demi melindungi kesehatan diri sendiri maupun orang lain yang tinggal serumah dengan Anda. Karena itu, jangan biarkan kritik atau penilaian orang lain menghalangi Anda untuk bersikap keras dalam hal menerapkan protokol kesehatan.

"Saya tahu kita semua memiliki pandangan berbeda soal menanggapi protokol kesehatan, tetapi saya punya hak untuk menentukan standar kesehatan yang terbaik untuk keluarga saya," kata Knippenberg.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini