Ini Gangguan Telinga yang Muncul jika Terlalu Lama Gunakan Earphone

Antara, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 481 2314987 ini-gangguan-telinga-yang-muncul-jika-terlalu-lama-gunakan-earphone-XG8ueJaf0N.jpg Ilustrasi earphone. (Rupixen/Unsplash)

MENGGUNAKAN earphone terlalu lama ternyata memberikan efek buruk terhadap telinga. Keluhan yang terjadi bisa berupa nyeri, iritasi, hingga infeksi.

Dilaporkan, gangguan telinga akibat terlalu lama memakai earphone ini banyak terjadi dalam tujuh hingga delapan bulan terakhir, terutama pada masa pendemi virus corona (covid-19). Jumlahnya pun diprediksi akan terus meningkat.

Baca juga: Kotoran Telinga Bisa Mengukur Tingkat Stres Anda Lho! 

Pandemi memaksa para profesional pekerja dan pelajar melakukan tugasnya dari rumah. Para dokter pun mendapat peningkatan jumlah keluhan pasien yang menderita sakit telinga.

Dr Shrinival Chavan, kepala departemen THT di Rumah Sakit JJ Mumbai, India, mengatakan seseorang yang menggunakan earphone, earpod, ataupun headphone lebih dari delapan jam akan membuat telinga stres, apalagi jika earphone tersebut tidak pernah dibersihkan sehingga berisiko menyebarkan infeksi.

Earphone. (Foto: Nakaridore/Freepik)

"Mendengarkan secara terus-menerus pada volume suara yang tinggi dalam waktu yang lama juga dapat melemahkan kemampuan mendengar," jelas dia, seperti dilansir Indian Express.

Apabila kebiasaan ini tidak diubah, maka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada telinga. Ia mengutarakan bahwa kotoran di dalam telinga membunuh bakteri secara alami dan mencegah infeksi.

Baca juga: Pria Ini Tidak Sadar Berhari-hari Telinganya Kemasukan Lebah 

Penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga akan menghilangkan lapisan lilin pelindungnya dan membuat bagian dalam telinga terkena infeksi bakteri dan hal tersebut biasanya menyebabkan sakit telinga.

"Kami menyarankan orang untuk melepas earphone. Udara segar harus masuk ke dalam telinga agar tetap aman," terangnya.

Sementara Dr Rahul Kulkarni, kepala unit THT di Rumah Sakit St George, mengatakan masalah telinga tidak hanya terkait pekerja profesional, tetapi anak-anak sekolah yang harus mengikuti kelas daring juga mengalami keluhan sama.

"Idealnya, anak sekolah sama sekali tidak menggunakan headphone. Kalau mereka mengikuti kelas di laptop atau PC, maka volume perangkatnya sudah cukup," ungkapnya.

Baca juga: Hari Pendengaran Nasional, Ini Penyebab Kuping Mudah Budek 

Ia mengatakan orang-orang tidak mengetahui etika bagaimana berkomunikasi melalui panggilan telepon, panggilan konferensi dan konferensi video, serta menggunakan volume suara yang keras pada headphone.

"Jika siswa sekolah menggunakan headphone dengan suara lebih dari 60 desibel, secara alami akan membebani daya pendengaran mereka," ujarnya.

Baca juga: Telinga Berdengung Tanpa Sebab? Mungkin Ini Penyebabnya! 

Anak-anak sekolah harus mendengarkan volume suara dengan tingkat yang sama seperti saat mereka belajar di kelas. Jika mendengarkan suara dengan volume yang lebih tinggi, hal itu dapat menyebabkan komplikasi.

"Bahkan orang dewasa datang dengan keluhan iritasi di telinga. Paparan suara keras dalam waktu lama membuat orang cemas dan mudah marah. Keluhan seperti itu juga terlihat saat ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini