Tiap Negara Miliki Paspor dengan Warna Berbeda, Ini Alasannya

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 612 2315143 tiap-negara-miliki-paspor-dengan-warna-berbeda-ini-alasannya-qwN1Je4Vf8.jpg Ilustrasi paspor. (Foto: Suksao/Freepik)

PASPOR menjadi dokumen resmi yang dikeluarkan pejabat berwenang dari suatu negara. Paspor memuat identitas pemiliknya. Paspor berlaku untuk melakukan perjalanan antarnegara.

Di dalam paspor berisi biodata pemegangnya yang meliputi foto, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran, dan informasi kebangsaan. Ada juga beberapa informasi lain mengenai identifikasi individual.

Baca juga: Desain Keren Paspor Norwegia, Bisa Menyala di Bawah Sinar UV 

Paspor yang umum digunakan di seluruh dunia selalu menggunakan empat warna yaitu biru, merah, hijau, dan hitam. Banyak orang menyebut warna ini digunakan karena ada aturan yang mengaturnya. Tetapi faktanya tidak ada hal khusus untuk menentukan warna paspor.

Paspor. (Foto: Kelly Sikkema/Unsplash)

Warna biru, merah, dan hijau yang digunakan oleh banyak negara cenderung lebih gelap. Alasannya karena warna itu lebih terkesan resmi. Warna gelap juga cenderung tidak menunjukkan keausan dan kotoran.

Dinukil dari Mental Floss, Selasa (24/11/2020), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengonfirmasi bahwa tidak ada aturan khusus dalam hal warna sampul paspor.

Baca juga: 4 Tips agar Foto di Paspor atau SIM Terlihat Keren 

Terkadang ada makna tertentu di balik warna paspor yang digunakan suatu negara. Misalnya sebagian besar negara berpenduduk Muslim menggunakan paspor warna hijau karena itu dinilai sangat penting dalam agama Islam.

Dahulu Amerika Serikat pernah menggunakan paspor warna hijau, tepatnya pada 1941 hingga 1976. Hal ini untuk menunjukkan penghormatan khusus kepada Benjamin Franklin.

Ini artinya warna paspor yang digunakan setiap negara bisa saja berbeda-beda. Hal itu tergantung pada sejarah dan budaya negara tersebut.

Hal yang penting, menurut ICAO, adalah bahan yang digunakan untuk membuat paspor. Paspor dibuat harus dari bahan yang dapat ditekuk dan tetap bisa dibaca mesin pada suhu berkisar 14 hingga 144 derajat Fahrenheit dalam kelembapan udara relatif berkisar 5 hingga 95 persen. Jenis huruf dan ukuran juga harus dapat terbaca oleh mesin (MRTD).

Baca juga: Visa Schengen Aktif Kembali, Ini 54 Negara yang Diperbolehkan Mengajukan Termasuk Indonesia 

Paspor. (Foto: Macrovector/Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini