Kelelawar Selalu Menggantung Terbalik, Benarkah karena Sulit Terbang dari Darat?

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 612 2315219 kelelawar-selalu-menggantung-terbalik-benarkah-karena-sulit-terbang-dari-darat-5lNKfHAWkR.jpg Ilustrasi kelelawar. (Foto: Byrdyak/Freepik)

KELELAWAR menjadi satu-satunya mamalia yang bisa terbang. Hewan ini berasal dari keluarga Ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap.

Salah satu ciri khas kelelawar adalah bersifat nokturnal atau melakukan aktivitas di malam hari dan istirahat pada waktu siang.

Baca juga: Menjijikkan, Bangkai Kelelawar Ditemukan di Botol Saus Tiram 

Kemudian ada satu hal unik dari kelelawar, yakni caranya menggelantung di pohon. Ketika bertengger di pohon, kelelawar selalu berada dalam posisi terbalik.

Hal ini dilakukan kelelawar bukan tanpa alasan. Sederhananya, kelelawar menggantung terbalik agar dia bisa mudah terbang. Demikian dikutip dari Mental Floss, Selasa (24/11/2020).

Penting untuk diketahui bahwa kelelawar bukan termasuk jenis burung maupun serangga. Perbedaan antara terbang kelelawar dengan burung atau serangga terletak pada beratnya, khususnya rasio terhadap kapasitas angkat sayap.

Burung akan sangat cepat terbang dari posisi tegak dan tidak bergerak. Namun kelelawar tidak bisa melakukan itu yang membuatnya sedikit kesulitan untuk lepas landas.

Baca juga: Penampakan Kelelawar Cute, Mini dan Berwarna Putih 

Berbeda dengan burung, kelelawar merupakan satu-satunya mamalia yang dapat terbang tapi tidak memiliki sayap yang kuat.

Kesulitannya untuk terbang dari darat akhirnya menemukan evolusi ide untuk menggantung di atas pohon sehingga mereka segera berada di udara dan hanya mengepakkan sayap jika ingin terbang.

Otot, tulang, dan urat kaki kelelawar juga berbeda dengan burung. Alasan itulah yang kemudian memunculkan ide menggantung terbalik di atas pohon. Dengan begitu tendon mereka akan menarik jari-jari kakinya hingga tertutup.

Kelelawar yang bergelantungan hanya perlu "melepaskan" kemudian langsung terbang. Bantuan gravitasi membuat mereka dapat terbang secara instan, bahkan lebih cepat dari burung yang harus melawan gravitasi Bumi.

Baca juga: Peneliti Temukan 7 Strain Baru Virus Corona pada Kelelawar 

Kelelawar. (Foto: Awf)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini