7 Cara Jadi Pendengar yang Baik, Dicoba Yuk

Uthari Handayani, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 612 2315229 7-cara-jadi-pendengar-yang-baik-dicoba-yuk-JzDAiUuQBt.jpg Berusaha mendengarkan (Foto: Regain)

Sering mendengarkan orang yang berbicara tapi merasa bersalah karena tidak memperhatikannya dengan baik? Jangan khawatir. Perbaiki diri Anda dengan beberapa cara berikut.

Melansir dari Medium, pria cenderung mendengarkan lebih baik daripada wanita karena mereka dapat mentolerir keheningan. Menjadi pendengar yang baik berarti menjadi orang yang lebih baik karena itu dapat meningkatkan kematangan emosi dan kemurahan hati Anda.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menjadi pendengar yang baik?

 berusaha mendengarkan

1. Menunjukkan ketertarikan

Banyak yang mengira, mendengarkan itu berarti diam sampai mendapat giliran untuk berbicara. Tapi nyatanya mendengarkan adalah sebuah tindakan tanpa pamrih. Saat mendengarkan berikan perhatian Anda seutuhnya pada orang yang berbicara, pastikan untuk tidak menghakiminya, berpikiran terbuka, hormati, dan bersikap ingin tahu. Dengan begitu maksud omongan dia tersampaikan semua.

2. Mendengarkan berarti menerima

Sebagai pendengar berarti kita mendapatkan kepercayaan. Menjadi orang yang menerima kepercayaan tadi, jadikanlah diri Anda sebagai kanvas untuk orang lain.

Biarkan dia melukiskan segala gagasan, perasaan, pikiran yang kontradiktif, dan apa pun yang ada di benaknya.

 

3. Tunjukkan jika Anda mendengarkan

Memberikan sinyal saat Anda mendengarkan bisa menggunakan tindakan yang halus. Dengan menganggukkan kepala misalnya, atau sekadar menggumamkan “hmm”.

Baca juga: Potret Manis Marion Jola dengan Gaya Rambut Baru, Rossa: Huwaaa Cantik Banget!

4. Menyesuaikan dan mencocokkan

Pendengar yang baik biasanya membuat kontak mata, tapi mungkin juga dengan duduk bersebelahan dan menatap lurus ke depan. Sesuaikan dan cocokkan diri Anda pada pembicara dengan memperhatikan kontak mata yang dia berikan.

Jika dia tampak tidak percaya diri dan sering menunduk atau menjauh, jatuhkan juga pandangan Anda dari waktu ke waktu. Dengan seperti ini dia akan merasa diterima dari pada diteliti.

 

5. Menunggu jeda

Cobalah untuk tidak menginterupsi, ini merupakan hadiah luar biasa saat disediakan jeda yang cukup untuk mengeluarkan semuanya. Saat dia mulai tenang dan tampak telah melepaskan semua beban dirinya, itulah saat yang tepat untuk Anda berbicara.

6. Mengakui dan berempati

Mendengarkan dengan baik bukan berarti diam menutup mulut seutuhnya. Saat ada kesempatan untuk berbicara, ulangi secara singkat kepada si pembicara apa yang Anda dengar darinya.

Refleksikan apa yang mereka alami dengan diri Anda. Nada emosional dari apa yang Anda katakan harus responsif daripada reaktif. Dengan begitu dia akan merasa didengarkan.

7. Jangan memberikan nasihat tanpa diminta

Kebanyakan orang mungkin menganggap dirinya orang baik dengan ide-ide brilian yang bisa diberikan kepada si pembicara. Namun, mereka tidak sadar bahwa memberikan nasihat sebelum dia mengutarakan perasaannya itu tidak akan berguna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini