Kucing Mendekat saat Namanya Dipanggil, Ini Penjelasannya

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 612 2315240 kucing-mendekat-saat-namanya-dipanggil-ini-penjelasannya-BNtVJaQmBR.jpg Ilustrasi kucing. (Foto: Chunlea Ju/Unsplash)

KUCING adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga Felidae. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada hewan kucing yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada kucing besar seperti singa dan harimau.

Saat ini kucing menjadi salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Ada kucing dengan garis keturunan tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), misalnya seperti persia, siam, manx, dan sphinx.

Baca juga: Viral Pria Menangis Kubur Kucing Kesayangan, Netizen Ramai-Ramai Bersedih 

Kucing seperti itu biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1 persen dari seluruh kucing di dunia. Sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Kucing ternyata memiliki kemampuan kognitif. Terkadang kucing memiliki kecerdasan dan kepekaan yang luar biasa terhadap lingkungannya. Namun hal apa saja yang mereka mengerti, masih menjadi misteri yang belum terungkap.

Sebagaimana dinukil dari Mental Floss, Selasa (24/11/2020), berdasarkan hasil penelitian di luar Jepang, kucing setidaknya mampu menyadari satu hal, yakni namanya sendiri. Penelitian yang terbit dalam jurnal Scientific Reports ini mengumpulkan kucing dalam empat percobaan terpisah.

Pada percobaan pertama, kucing menjadi sasaran rekaman suara pemiliknya yang melafalkan daftar empat kata benda sebelum akhirnya menyebut nama kucing tersebut. Percobaan kedua, kucing itu mendengarkan namanya serta nama empat atau lebih kucing yang hidup di lingkungannya.

Baca juga: 5 Lokasi Camping Ceria di Bogor, Budget Murah Pemandangannya Indah

Percobaan ketiga menggunakan campuran kata benda umum dan kucing yang hidup bersama. Percobaan keempat, orang asing mengucapkan nama mereka untuk melihat apakah kucing itu masih merespons suara yang tidak dikenal.

Hasil setiap pengujian, mayoritas kucing rumahan memberikan respons meningkat, seperti menjentikkan telinga dan menggerakkan kepala terhadap bunyi nama mereka.

Peneliti percaya bahwa kucing merespons nama mereka karena saat memanggilnya sering didahului oleh nama makanan, camilan, atau perhatian.

Seringnya kucing mendengar kata tersebut, membuat mereka mengaitkannya dengan makanan atau perhatian yang dibutuhkan. Jadi bagi seekor kucing, nama bukanlah identitas mereka melainkan sebagai sebuah "janji hadiah".

Kucing di tempat umum seperti kafe kurang konsisten menanggapi suara nama mereka. Mungkin hal ini karena setiap pengunjung memiliki cara pengucapan yang berbeda saat memanggil kucing.

Baca juga: Cinta Laura Dicium Kucing, Netizen: Coba Jadi Kucingnya, Pasti Happy 

Kucing. (Foto: Kristin Lopez/Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini