Angelina Jolie Operasi Angkat Rahim, Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 481 2315741 angelina-jolie-operasi-angkat-rahim-ini-5-kemungkinan-penyebabnya-gcEvhKOdO8.jpg Angelina Jolie (Foto : Etonline)

Secara mengejutkan Angelina Jolie mengumumkan dirinya melakukan operasi pengangkatan rahim. Tindakan besar tersebut ia pilih untuk mencegah terkena kanker rahim.

Angelina Jolie pernah mengagetkan dunia juga dengan pilihannya untuk mengangkat payudara setelah ibunya meninggal dunia karena kanker payudara. Upaya pencegahan yang dilakukan Angelina Jolie ini terbilang sangat berani memang, tapi itu semua keputusan setiap orang.

Meski begitu, dalam melakukan tindakan operasi pengangkatan rahim dokter akan merekomendasikannya tidak pada sembarang perempuan. Ya, tindakan medis yang biasa dikenal dengan istilah Histerektomi tersebut bukan hal yang mudah dan tidak disarankan pada semua perempuan.

Angelina Jolie

Baca Juga : Gunakan Busana ala Meghan Markle, Angelina Jolie Berhasil Curi Perhatian

Laman NHS menjelaskan bahwa ada beberapa alasan paling umum seorang perempuan menjalani operasi pengangkatan rahim, misalnya saja karena menstruasi yang sangat berat karena fibroid, nyeri panggul yang mungkin disebabkan oleh endometriosis atau penyakit radang panggul yang tak berhasil diobati (PID), adenomiosis atau fibroid, prolaps rahim, atau kanker rahim, ovarium, atau leher rahim.

Lebih lanjut, Herzliya Medical Center (HMC) menerangkan bahwa jika mengacu pada pandangan gynecological, ada kondisi tertentu seorang perempuan disarankan untuk mengangkat rahimnya, antara lain:

1. Prolaps uterus

Angelina Jolie

Kelemahan ligamen dan otot dasar panggul dapat menyebabkan kelalaian dan prolaps uterus. Kondisi ini disertai dengan rasa nyeri yang hebat, risiko komplikasi infeksi, dan gangguan fungsi organ panggul lain, khususnya gangguan buang air kecil.

2. Fibroid rahim

Tumor jinak pada lapisan otot rahim bisa membesar sejalannya waktu. Komplikasi fibroid uterus (perdarahan uterus) seringkali memerlukan perawatan bedah.

3. Pendarahan Miss V yang berat

Selain fibroid rahim, perdarahan Miss V yang parah juga bisa disebabkan oleh penyakit selaput lendir dan gangguan hormonal. Risiko anemia berat sebelum dan sesudah menopause seringkali menjadi alasan pengangkatan rahim.

4. Endometriosis

Ini adalah suatu kondisi di mana sel-sel endometrium terletak di luar lapisan mukosa rahim (paling sering di daerah rahim dan rongga panggul), Perawatan bedah dianggap parah dan resisten terhadap bentuk pengobatan obat endometriosis.

Angelina Jolie

5. Adenomiosis

Hiperplasia endometrium dengan perubahan struktur yangkhas dan penetrasi ke dalam struktur anatomi terdekat (lapisan otot rahim, leher rahim, organ panggul). Penyakit ini dapat menyebabkan degenerasi ganas dan menyebabkan komplikasi serius, seringkali membutuhkan perawatan bedah darurat.

6. Sindrom nyeri perut kronis

Penyakit nyeri panggul kronis bisa menjadi proses inflamasi yang berlanggung lama di rahim dan rongga panggul. Jika terapi konservatif tidak memberikan efek yang diinginkan, keputusan mengenai operasi pengangkatan rahim akan disampaikan ke pasien.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini