Hilangnya Indra Penciuman Tanda Pemulihan bagi Pasien Covid-19?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 481 2315794 hilangnya-indra-penciuman-tanda-pemulihan-bagi-pasien-covid-19-4qZrlhWhLZ.jpg (Foto: Shutterstock)

Anosmia atau kehilangan penciuman tetap menjadi salah satu gejala paling membingungkan terkait Covid-19. Apa yang awalnya merupakan gejala ringan dan langka yang hanya memengaruhi sebagian kecil pasien, sekarang sebagian besar dilaporkan di seluruh dunia.

Bagi banyak orang, hilangnya penciuman dan rasa bisa sangat parah, perlu berminggu-minggu dan berbulan-bulan sebelum indra kembali normal.

Kehilangan penciuman, yang juga dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk merasakan makanan normal juga bisa sangat melemahkan dan membuat frustasi orang yang mengalami gejala Covid-19. Meski begitu, banyak ahli percaya bahwa kehilangan penciuman atau rasa, ditambah dengan penurunan nafsu makan mungkin merupakan pertanda baik dari infeksi, karena dapat melindungi orang dari mengalami tanda-tanda mematikan lainnya dari Covid-19, yaitu serangan pernapasan dan inflamasi.

Banyak dokter mengatakan bahwa orang yang mengalami kehilangan penciuman dan rasa sama sekali, dengan gejala gastrointestinal seperti kram, diare mungkin hanya menderita bentuk ringan dari novel coronavirus, yang kini telah mempengaruhi lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia.

 Anosmia atau kehilangan penciuman tetap menjadi salah satu gejala paling membingungkan terkait Covid-19.

Kehilangan penciuman dan rasa tidak hanya tidak memiliki terapi obat, tetapi itu juga bisa berarti bahwa mereka telah melindungi diri dari serangan pernapasan parah, yang biasanya terjadi sejak minggu ke-2 infeksi Covid-19.

Seperti dilansir Times of India, dokter telah memetakan tanda dan gejala Covid-19. Pasien dengan bentuk penyakit sedang atau parah, yang membutuhkan perawatan ICU kritis, jarang melaporkan mengalami kehilangan bau mendadak sebagai gejala, yang dapat menyiratkan bahwa ini sebagian besar adalah prognosis yang baik dan hanya Covid-19 dalam bentuk ringan.

Baca juga: Hobi Makan Sambil Nonton TV, Ini Cara Kontrol Asupan agar Tak Berlebihan

Anehnya, ada juga penelitian lain yang menunjukkan kehilangan indra penciuman dan rasa bisa menjadi indikator pemulihan positif bagi pasien Covid-19. Saat indra penciuman pulih dan beregenerasi dari serangan virus, mereka salah menafsirkan hubungan tertentu dan membuat Anda mengalami perubahan indra penciuman dan rasa. Saat mereka tumbuh kembali, dibutuhkan beberapa saat sebelum Anda mendapatkan kembali indra penciuman yang normal.

Untuk pasien, dibutuhkan waktu mulai dari satu minggu hingga satu bulan atau lebih untuk tanda-tanda membaik dan pemulihan berjalan. Melakukan terapi seperti pelatihan penciuman juga dapat digunakan jika indra yang berubah membuat seseorang sulit untuk makan secara normal.

Sebagai satu tanda, hilangnya indra penciuman dan perasa agak sulit untuk disimpulkan sebagai satu-satunya tanda Covid-19. Ini juga dapat muncul sampai batas tertentu dalam beberapa kasus flu, sinus, dan hidung tersumbat. Jika Anda mencurigai Covid-19 atau telah terpapar virus dengan cara apa pun, perhatikan tanda-tanda berikut:

- Tiba-tiba indra penciuman terganggu

- Mengalami kesulitan gastrointestinal

- Diare

- Hidung tersumbat

Jika salah satu dari masalah ini berlanjut selama lebih dari 3 hari, pertimbangkan untuk melakukan tes Covid-19 untuk mendapatkan kepastian hasil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini