Mengenal Tino Sidin, Guru Menggambar yang Populer di TV Era 1980-an

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 612 2315779 mengenal-tino-sidin-guru-menggambar-yang-populer-di-tv-era-1980-an-W5w5IUcy8P.jpg (Foto: Google Doodle)

Hari ini, Rabu (25/11/2020) merupakan Hari Guru Nasional. Karena itu, semua pihak pun turut merayakan, termasuk Google yang memunculkan sosok Tino Sidin sebagai Google Doodle-nya.

Tino Sidin atau yang lebih dikenal dengan Pak Tino, merupakan sosok yang sangat populer. Beliau berprofesi sebagai guru gambar yang juga merupakan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Pria kelahiran 1925 itu juga sempat eksis di layar kaca televisi pada tahun 1980-an.

Melansir berbagai sumber, Tino Sidin lahir dari pasangan suami istri bernama Pak Sidin dan Ibu Tini pada 25 November 1925. Lahir di Sumatera, Pak Tino tumbuh di bawah asuhan kakeknya Suro Sentono.

Sejak kecil, ia sudah memiliki hobi menggambar. Pak Tino juga mengasah kemampuan menggambarnya secara otodidak. Karya Tino mulai tampak kiprahnya sejak pendudukan Jepang.

 Tino Sidin atau yang lebih dikenal dengan Pak Tino, merupakan sosok yang sangat populer.

Bakat alamiah Tino Sidin ditemukan tanpa sengaja oleh tentara Jepang ketika menggambar di pasir. Ia kemudian diangkat sebagai pembuat poster propaganda Jepang dengan jabatan Kepala Bagian Poster Jawatan Penerangan di Tebing Tinggi pada 1944.

Pasca kemerdekaan, Tino Sidin bersama Daoed Joesoef dan Nasjah Djamin mendirikan Kelompok Angkatan Seni Rupa Indonesia di Medan. Di sini Tino juga aktif di kepanduan dan kepalangmerahan.

Tahun 1946, Tino Sidin pindah ke Yogyakarta. Melukis atau membuat sketsa, membuat propaganda anti Belanda, sekolah, bergerilya dan aktif di kepanduan adalah kesehariannya.

Baca juga: Resep Telur Dadar Padang, Simak Cara Membuatnya, Yuk!

Pada 1951, Tino Sidin kembali ke Tebing Tinggi untuk mempersunting Nurhayati dan menjadi guru olahraga di Taman Dewasa (SMP) Tamansiswa, setahun kemudian mereka pindah ke Binjai. Di kota inilah karir melukis Tino Sidin mulai dikenal dengan nama Tino’S.

Kemudian di tahun 1961, Tino Sidin kembali ke Yogyakarta setelah mendapat tawaran beasiswa di Akademi Seni Rupa Indonesia. Setahun kemudian, istri dan anak-anak beliau boyong ke Yogyakarta.

Menjelang era 80-an, Pak Tino mempopulerkan program televisi bernama Gemar Menggambar. Di acara televisi itu, Tino Sidin memberikan pelajaran menggambar yang mudah dan menyenangkan kepada anak-anak.

Kini, namanya pun dianggap sebagai elemen penting perkembangan seni menggambar di Indonesia. Kegigihan dan ketelatenannya dalam memberikan pendidikan seni menggambar kepada anak, tak pelak menjadi sebuah tonggak penting bagi perjalanan seni rupa di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini