Maradona Meninggal Dunia, Kenali 8 Gejala Terkena Serangan Jantung

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 481 2316402 maradona-meninggal-dunia-kenali-8-gejala-terkena-serangan-jantung-zgbOUrUTrb.jpg Legenda Sepakbola Diego Maradona (Foto: Inst Portalclique Oficial)

Dunia kembali berduka, legenda sepak bola Diego Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun. Dia disebutkan meninggal dunia akibat serangan jantung.

Memang kondisi kesehatan pemilik gol 'Tangan Tuhan' itu kurang baik akhir-akhir ini. Dia juga sudah bolak-balik dirawat di rumah sakit.

Penyakit jantung yang merenggut nyawa Maradona memang terkenal sebagai salah satu penyakit yang mematikan. Anda harus mengenali gejala penyakit jantung guna mencegah terkena serangannya.

 Maradona selalu dikenang

Seperti dilansir dari Bright Side, berikut ini 8 gejala serangan jantung yang bisa muncul satu bulan sebelum terkena serangannya.

1. Sering merasa kelelahan

Gejala ini lebih sering dialami oleh wanita daripada pria. Kelelahan yang tidak biasa merupakan salah satu gejala utama serangan jantung akan datang. Penyebabnya bukan karena aktivitas fisik atau masalah mental. Bahkan pekerjaan ringan seperti merapikan tempat tidur bisa terasa sangat melelahkan.

 

2. Nyeri perut

Gejala selanjutnya adalah nyeri perut, mual saat perut kosong atau penuh, merasa kembung, dan sakit perut. Gejala ini terjadi pada pria dan wanita. Biasanya gejala yang muncul sebelum serangan jantung bersifat episodik. Rasa nyeri bisa mereda dan kemudian kembali dalam waktu singkat. Ketegangan fisik bisa memperburuk nyeri perut.

3. Insomnia

Gejala lainnya yang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke adalah insomnia. Wanita lebih sering mengalami gejala ini. Tandanya adalah tingkat kecemasan yang tinggi, kesulitan memulai tidur, sulit bertahan tidur, dan bangun pagi.

Baca juga: Mau Wangi Sepanjang Hari, Semprotkan Parfum di Bagian Tubuh Ini agar Tahan Lama

 

4. Sesak napas

Sesak napas sering terjadi pada pria dan wanita hingga 6 bulan sebelum mengalami serangan jantung. Kondisi ini merupakan tanda peringatan medis. Gejala ini ditandai dengan kesulitan menarik napas dalam-dalam, tidak bisa mendapatkan cukup udara untuk bernapas, pusing, dan sesak napas.

5. Rambut rontok

Kehilangan rambut alias rambut rontok juga dianggap sebagai indikator risiko penyakit jantung. Kondisi ini biasanya terjadi pada pria di atas 50 tahun dan ada kemungkinan terjadi pada wanita. Rambut rontok dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon kortisol yang bisa memicu stres dan pada akhirnya serangan jantung.

6. Detak jantung tidak teratur

Irama detak jantung tidak teratur atau aritmia yang disertai dengan serangan panik dan kecemasan juga menjadi gejala terjadinya serangan jantung. Gejala ini sering terjadi di kalangan wanita dan muncul secara tak terduga. Detak jantung tidak beraturan berlangsung selama 1-2 menit. Apabila tak kunjung berangsur normal harus segera menghubungi dokter.

7. Nyeri dada

Pria maupun wanita mengalami nyeri dada dalam berbagai intensitas dan bentuk. Pada pria, nyeri dada mengacu tanda-tanda awal dari serangan jantung di masa mendatang sehingga tidak boleh diabaikan.

Di sisi lain, nyeri dada sebelum serangan jantung terjadi hanya memengaruhi 30% wanita. Nyeri dada yang merupakan gejala akan terjadinya serangan jantung dapat meluas hingga sensasi tidak nyaman pada satu atau kedua lengan, rahang bawah, leher, bahu, atau perut. Ini mungkin memiliki karakter permanen atau sementara.

8. Keringat berlebihan

Berkeringat yang tidak biasa atau berlebihan adalah tanda peringatan dini serangan jantung. Ciri khasnya walau tidak melakukan aktivitas fisik yang berat dan suhu udara rendah, keringat tetap muncul berlebih. Ini mungkin terjadi kapan saja dan lebih sering dialami wanita.

Gejala ini bisa menjadi samar di kalangan wanita menopause lantaran mirip dengan hot flashes. Selain itu, gejalanya mirip seperti flu dan membuat kulit lembap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini