Diego Maradona Meninggal Dunia, Ketahui Penyebab dan Pencegahan Serangan Jantung

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 481 2316455 diego-maradona-meninggal-dunia-ketahui-penyebab-dan-pencegahan-serangan-jantung-3Sz6fx9J1Q.jpg Diego Maradona (Foto: Reuters)

MENINGGALNYA legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona pada 25 November 2020 mengejutkan dunia. Maradona meninggal dunia disebabkan oleh serangan jantung. Ya, kasus seseorang yang meninggal akibat serangan jantung bukan terjadi baru-baru ini saja.

Sejumlah tokoh Tanah Air seperti legenda sepakbola Ricky Yacobi, Adjie Massaid, dan Agus Basuki (Basuki) yang berperan sebagai Karyo dalam serial Si Doel Anak Sekolahan juga meninggal akibat serangan jantung.

Merangkum dari Mayo Clinic, Kamis (26/11/2020), serangan jantung terjadi ketika satu atau lebih arteri koroner seseorang tersumbat. Seiring waktu, timbunan lemak, termasuk kolesterol, membentuk zat yang disebut plak, dapat mempersempit arteri (aterosklerosis).

Kondisi ini disebut penyakit arteri koroner, menyebabkan sebagian besar serangan jantung. Selama serangan jantung, plak bisa pecah dan menumpahkan kolesterol dan zat lain ke dalam aliran darah. Gumpalan darah terbentuk di lokasi pecah. Jika gumpalan besar, dapat menghalangi aliran darah melalui arteri koroner, jantung menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi (iskemia).

Diagnosis dan perawatan orang yang mengalami serangan jantung mungkin berbeda tergantung pada jenis yang mereka alami. Penyebab lain serangan jantung adalah kejang pada arteri koroner yang menghentikan aliran darah ke bagian otot jantung.

 Meninggalnya legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona pada 25 November 2020 mengejutkan dunia.

Menggunakan tembakau dan obat-obatan terlarang, seperti kokain, juga dapat menyebabkan kejang yang mengancam jiwa. Infeksi Covid-19 juga dapat merusak jantung yang memicu terjadinya serangan jantung.

Komplikasi

Komplikasi sering kali terkait dengan kerusakan yang terjadi pada jantung seseorang selama serangan jantung. Komplikasi tersebut dapat menyebabkan:

1. Irama jantung yang tidak normal (aritmia)

Kegagalan ‘listrik’ yang mengarah ke jantung dapat berkembang, mengakibatkan irama jantung yang tidak normal. Beberapa di antaranya bisa menjadi hal serius, dan bisa menyebabkan kematian.

2. Gagal jantung

Serangan jantung dapat merusak begitu banyak jaringan jantung sehingga otot jantung yang tersisa tidak dapat memompa cukup darah keluar dari jantung. Gagal jantung bisa bersifat sementara, atau bisa menjadi kondisi kronis akibat kerusakan parah dan permanen pada jantung.

3. Serangan jantung mendadak

Tanpa peringatan sebelumnya, jantung seseorang dapat berhenti karena gangguan listrik yang menyebabkan irama jantung tidak normal (aritmia). Serangan jantung meningkatkan risiko serangan jantung mendadak yang dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan segera.

Baca juga: Daftar Orang yang Tidak Bisa Diberikan Vaksin Covid-19, Siapa Saja?

Pencegahan

Tidak ada kata terlambat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan serangan jantung. Bahkan jika seseorang sudah mengalaminya, hal tersebut juga masih bisa dicegah. Berikut beberapa cara mencegah serangan jantung.

1. Pengobatan

Mengonsumsi obat dapat mengurangi risiko serangan jantung berikutnya dan membantu fungsi jantung yang rusak lebih baik. Lanjutkan untuk mengambil apa yang diresepkan dokter dan tanyakan kepada dokter, seberapa sering seseorang perlu diawasi.

2. Faktor gaya hidup

Mempertahankan berat badan yang sehat dengan diet jantung sehat, jangan merokok, olahraga teratur, kelola stres, dan kendalikan kondisi yang dapat memicu serangan jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes adalah cara terbaik untuk mencegah serangan jantung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini