Mengenal Henti Jantung yang Dialami Diego Maradona Sebelum Meninggal

Diana Rafikasari, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 481 2316469 mengenal-henti-jantung-yang-dialami-diego-maradona-sebelum-meninggal-7aYDAAq85F.jpg Diego Maradona meninggal henti jantung (Foto : Reuters)

Dunia sepak bola berduka, legenda Diego Maradona meninggal di usia 60 tahun. Maradona meninggal dunia setelah mengalami henti jantung. Lalu apa henti jantung seperti yang dialami Maradona?

Dikutip dari Sindonews, Henti jantung merupakan akibat dari gangguan listrik yang menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Di mana ritme jantung cepat dan tidak teratur sehingga jantung tidak dapat memompa secara efektif dan tiba-tiba pingsan.

Seperti dilansir CNN, Kamis (26/11), hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba dan tidak terduga akan mengakibatkan hilangnya pernapasan dan kesadaran yang sama mendadak.

Maradona

Baca Juga : Fakta-Fakta di Balik Meninggalnya Maradona

Kelangsungan hidup dimungkinkan setelah henti jantung, dengan pengobatan. CPR, defibrilator, atau kompresi dada dapat menyelamatkan nyawa seseorang hingga petugas darurat tiba. Salah satu penyebab henti jantung adalah serangan jantung.

Menurut American Heart Association, terkadang orang yang mengalami serangan jantung mengalami komplikasi henti jantung jika mereka tidak segera ke rumah sakit. Namun kebanyakan serangan jantung tidak menyebabkan henti jantung

Faktor risiko lain untuk henti jantung adalah kecenderungan genetik terhadap masalah irama jantung. Dalam keluarga di mana orang diketahui meninggal tiba-tiba, anggotanya diperiksa dan diawasi dengan ketat.

Maradona

Adapun gejala henti jantung bersifat langsung dan drastis meliputi pingsan tiba-tiba, tidak ada denyut nadi, tidak bernapas, hilang kesadaran, terkadang tanda dan gejala lain muncul sebelum henti jantung. Ini termasuk ketidaknyamanan dada, sesak napas, kelemahan dan palpitasi. Tapi henti jantung sering terjadi tanpa peringatan.

Temui dokter segera jika mengalami nyeri dada atau ketidaknyamanan, palpitasi jantung, detak jantung cepat atau tidak teratur, mengi yang tidak bisa dijelaskan, sesak napas, pingsan atau hampir pingsan dan kepala terasa ringan atau pusing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini