Di Tengah Pandemi, Pasien Jantung Tetap Wajib Kontrol ke Rumah Sakit

Kezia Putri Sagita, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 481 2316483 di-tengah-pandemi-pasien-jantung-tetap-wajib-kontrol-ke-rumah-sakit-XrlM0jLlWi.jpg Terkena serangan jantung (Foto: Pixabay)

Pandemi Covid-19 terbukti memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Bahkan gara-gara pandemi banyak pasien penyakit komorbid seperti jantung yang takut ke rumah sakit.

Mereka takut ke rumah sakit salah satu alasannya karena takut terkena virus corona. Padahal penderita penyakit jantung wajib kontrol ke rumah sakit.

dr. Johan Winata, Sp.JP (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi Kardiologi RS Pondok Indah - Puri Indah mengatakan, banyak pasien yang ragu ke rumah sakit padahal sudah jadwalnya untuk kontrol.

"Perawatan pasien tentu saja mengalami penurunan selama pandemi. Sayangnya, sekarang pasien yang datang ke rumah sakit, umumnya dalam kondisi yang lebih berat, disebabkan antara lain karena menunda berobat akibat takut ke rumah sakit," katanya beberapa waktu lalu.

dr. Johan menjelaskan, sebagian besar pasien itu khawatir datang ke rumah sakit. "Padahal, kalau memilih rumah sakit dengan protokol kesehatan yang ketat, kekhawatiran tersebut dapat dikurangi," ungkapnya.

Terkait imbauan untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit, sambung dr Johan, dari perhimpunan dokter spesialis jantung memang ditekankan untuk membatasi kunjungan yang tidak perlu. Tapi, imbauan itu tidak diperuntukkan untuk pasien yang memiliki gejala keadaan darurat seperti gagal jantung, serangan jantung, ataupun kondisi darurat lainnya dianjurkan untuk tetap datang ke rumah sakit.

 menangani pasien jantung

Sementara itu, Direktur Utama Siloam Hospitals Balikpapan, dr. Danie Poluan, M. Kes menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19, pihaknya tetap meningkatkan pelayanan bedah jantung.

"Di masa pandemi Covid-19, tindakan operasi khususnya bedah jantung tetap dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan bagi pasien dan tenaga medis untuk memastikan keamanan dan kesehatan bersama. Masyarakat tidak perlu menunda atau merasa takut untuk menjalani operasi jantung karena kesehatan jantung adalah kondisi kesehatan yang harus segera ditangani secara cepat dan tepat", terang Danie.

Danie menambahkan, selain pasien, dokter dan petugas kesehatan, staf lainnya di Siloam Hospitals Balikpapan juga melakukan kegiatan skrining dan pemeriksaan Covid-19 secara berkala "Ini semua dilakukan guna memastikan kesehatan dan keamanan di lingkungan manajemen rumah sakit dan pasien yang kami layani."

Pasien jantung, terang Danie, tidak perlu takut datang ke rumah sakit. Pasien bisa mendapatkan layanan tindakan operasi jantung. Mereka bisa mendapatkan pelayanan konsultasi, penjadwalan bedah jantung, persiapan, rujukan serta tindakan lainnya.

"Kami akan terus memastikan pasien bisa mendapatkan penanganan jantung secara maksimal", tambahnya.

Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan penyebab nomor satu kematian di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

 Baca juga: Mau Wangi Sepanjang Hari, Semprotkan Parfum di Bagian Tubuh Ini agar Tahan Lama

Bahkan Diego Maradona, legenda sepakbola pun meninggal akibat henti jantung. Jadi tak usah takut pergi ke rumah sakit jika merasakan gejala serangan jantung.

Lalu apa saja gejala-gejala penyakit jantung?

Seperti dilansir dari Healthline terdapat sejumlah gejala penyakit jantung. Simak ya!

1. Dada merasa tidak nyaman

Mulai merasa tidak nyaman, ada tekanan atau rasa penuh di bagian tengah dada. Rasa sakitnya bisa halus dan mungkin datang dan pergi. Jadi sulit untuk mengatakan apa yang salah. Jika gejala ini berlangsung lebih dari beberapa menit, berhenti berolahraga dan cari pertolongan medis.

2. Sesak napas

Gejala ini dapat terjadi sebelum rasa tidak nyaman di dada, bahkan mungkin terjadi tanpa rasa tidak nyaman di dada.

3. Pusing dan hampir pingsan

Kepala terasa ringan disebabkan gerakan yang terlalu ekstrem. Tanggapi tanda peringatan ini dengan serius dan segera berhenti berolahraga.

4. Detak jantung tidak stabil

Detak jantung Anda yang berdebar kencang dan nafas tidak teratur. Jika gejala ini sudah muncul, cari pertolongan medis jika Anda mengamati ritme jantung yang tidak biasa selama latihan.

5. Ketidaknyamanan di area tubuh lain

Mengalami ketidaknyamanan yang menjalar dari satu bagian tubuh Anda ke bagian lain, seperti nyeri atau tekanan di lengan, punggung, leher, rahang, dan perut.

6. Berkeringat yang tidak biasa

Meskipun berkeringat saat berolahraga adalah hal yang normal, mual dan keringat dingin adalah tanda peringatan adanya masalah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini