Pasien Diabetes Rentan Covid-19, Perkeni: Layanan Puskesmas Harus Diperkuat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 481 2316767 pasien-diabetes-rentan-covid-19-perkeni-layanan-puskesmas-harus-diperkuat-mAWGXy0IJU.jpg Pandemi COVID-19 (Foto: The Scientist)

Salah satu penyakit penyerta atau komorbid Covid-19 yang cukup berbahaya adalah diabetes. Diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi sebagai penyebab keparahan dan kematian pasien Covid-19.

Pasien diabetes harus lebih waspada dan disiplin dalam menjaga kadar gula darah selama pandemi agar kondisinya selalu sehat dan mencegah terjadinya komplikasi.

Di saat bersamaan masyarakat khawatir untuk melakukan kontrol gula darah ke fasilitas kesehatan karena takut tertular virus Covid-19.

gula

Ketua Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD- KEMD menjelaskan, pengelolaan diabetes sebelum maupun selama pandemi seharusnya tidak dibedakan. Sebab, sebagian masyarakat takut datang ke pelayanan kesehatan sehingga berimbas pada gula darah yang tidak terkontrol dan rawan komplikasi.

“Sebenarnya pemerintah sudah memberikan kelonggaran bagi penyandang penyakit tertentu untuk tidak mendatangi fasilitas kesehatan. Pasien yang terlalu berisiko bisa diwakili keluarga, asalkan bukan pasien baru,” terang Prof Ketut, dalam siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (25/11/2020).

Tak hanya bisa diwakilkan, Prof Ketut juga menjelaskan bahwa pemerintah juga memberikan pengobatan untuk dua bulan sekaligus. Sehingga kunjungan menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan menjadi lebih berkurang.

Rapat Komisi IX DPR dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan jajarannya pada 17 November 2020, menyoroti persoalan ini. Tingginya kematian pada pasien Covid-19 yang disertai penyakit penyerta seperti diabetes, disebabkan pelayanan dasar di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP/Puskesmas) belum maksimal.

Baca juga: Mau Wangi Sepanjang Hari, Semprotkan Parfum di Bagian Tubuh Ini agar Tahan Lama

“Tanpa intervensi yang agresif, dikhawatirkan pengelolaan diabetes semakin menurun, dan membuat pasien semakin rentan selama pandemi. Baik rentan komplikasi maupun rentan mengalami keparahan dan kematian saat tertular Covid-19,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini