Unik, Bunga Ini Mahir Berkamuflase Supaya Tidak Dipetik Manusia

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 612 2316815 unik-bunga-ini-mahir-berkamuflase-supaya-tidak-dipetik-manusia-R2rXoOXWff.jpg Tanaman berbunga Frtillaria delavayi. (Foto: Yang Niu/IFL Science)

TANAMAN berbunga mempunyai daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Selain warna, aromanya juga menjadi alasan mengapa orang sering memetik bunga. Jika sebagian besar tanaman menghabiskan energi untuk mencuat dan menarik perhatian, tumbuhan di Asia Timur ini justru menghindari manusia.

Sebuah studi baru yang terbit di jurnal Current Biology melaporkan bahwa tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional di China ini telah berevolusi agar tidak terlihat oleh manusia. Tanaman ini berubah warna selaras dengan lingkungannya sehingga letaknya tidak diketahui dan tersamarkan.

Baca juga: Mau Ikut Koleksi Tanaman? Perhatikan 5 Tips dan Trik Ini 

Setiap tahun kelima kehidupannya, tumbuhan yang bernama Fritillaria delavayi ini berbunga warna hijau cerah. Namun karena manusia sering memetiknya, beberapa populasi dari tanaman ini berubah warna menjadi coklat keabu-abuan untuk menyamarkan dirinya dengan lingkungan berbatu.

Tanaman berbunga Fritillaria delavayi mahir berkamuflase. (Foto: Yang Niu/IFL Science)

"Banyak tumbuhan menggunakan kamuflase untuk bersembunyi dari herbivora. Namun, tanaman ini berkamuflase untuk menghindar dari kolektor manusia," kata penulis studi, Martin Stevens, sebagaimana dikutip dari IFL Science, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: 5 Manfaat Menanam Tanaman Selama Pandemi Covid-19 

Guna menyelidiki perubahan warnanya, para peneliti bertanya kepada penduduk setempat perihal di mana lokasi tanaman ini paling sering dipanen. Ternyata mereka menemukan fakta bahwa tingkat kamuflase tanaman berkorelasi dengan tingkat panen. Dengan kata lain, tanaman akan berbunga lebih cerah di tempat yang jarang dipanen.

Fritillaria delavayi memang dikenal sebagai ramuan abadi yang dapat ditemukan di lereng bukit berbatu Pegunungan Hengduan, China. Di Nepal dan China, tumbuhan umbi-umbian tradisional seperti ini dihormati karena dipercaya mampu menyembuhkan batuk serta penyakit pernapasan lainnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini