Kreasi Tas Tenun Kekinian, Modelnya Hypebeast

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 194 2317643 kreasi-tas-tenun-kekinian-modelnya-hypebeast-LN3KCfVwk0.jpg Tas tenun. (Foto: Instagram takobag)

KAIN tenun bisa dikreasikan menjadi item fashion apa saja. Seperti yang dilakukan Dita Wahyu Nirmala, desainer tas lokal Yogyakarta membuat tas tenun yang dipadankan dengan suede.

Sejak pertama melihat kualitas benang dan motif abstrak kain tenun, Dita mengaku langsung cinta dan ia membuat tas tenun. Menurutnya, motif-motif kain tenun berbeda-beda tergantung daerah yang membuatnya dan detailnya pun selalu berbeda-beda karena dibuat secara manual.

"Tidak ada 1 kain yang persis 100% dengan kain lainnya meski dibuat oleh tangan yang sama. Bagian ini yang membuatku tertarik, aku harus memilih bagian tenun yang cocok untuk desain tasku," katanya lewat keterangan resmi kepada Okezone.

 tako

Pemilik Tako Bag itu menambahkan, tenun yang dipilih antara lain dari NTT, Dayak Kalimantan, serta Jepara, masing-masing memiliki kecantikan tersendiri. Meskipun rata-rata bagian tas yang menggunakan kain tenun hanya sedikit, tapi tetap terlihat cantik. Misalnya pada bagian lining, kantong atau tali.

"Namun justru bagian tenun yang hanya tampil sedikit itulah yang menjadi highlight ataucherry on top nya dari tas tersebut," tambah dia.

Kemudian Dita memadukan dengan kulit suede artificial, jadi bukan suede yang berasal dari kulit hewan asli. Meski begitu, hasilnya tetap eyecatching dipakai kaum hawa.

Dia membuat clutch, slingbag, daypack, handbag dan juga postman bag. Rata-rata umur 1 design tas penjualannya bisa bertahan hingga 5 tahun. Warnanya pun beragam, mulai dari hitam, coklat muda hingga tua, beige, peach dan maroon.

Baca Juga: Potret Dian Sastrowardoyo, Aktris Cantik yang Ternyata Keturunan Pahlawan Nasional 

Dalam membuat tas tenun, tentu ada kendala yang dihadapi Dita. Kendala umumnya kalau pas dapat tenun yang benangnya tidak rapi, maka bentuknya akan berubah.

Lalu pada pewarnaan, karena masih banyak perajin yang menggunakan bahan alami, maka masih mudah luntur. Biasanya didapat dari akar pohon, daun ataupun buah dan ciri-cirinya warnanya soft.

"Namun hasilnya perpaduan warnanya justru lebih cantik daripada yang menggunakan warna tekstil," kata dia.

Tapi hal itu tak menjadi masalah buatnya, karena justru bisa menjadi ciri khas. "Karena dibuat dari tangan, sehingga bila benangnya putus maka tenunnya tidak akan rapi. Namun dengan kualitas bahan yang bagus, jahitan kuat, hingga sistem quality control dobel maka tas akan awet." kata dia.

Pada kesempatan ini, Dita pun berbagi tips merawat tas kain tenun. Seperti apa sih?

"Untuk tenun yang masih menggunakan pewarna alam memerlukan perawatan ekstra. Contohnya pada bagian tenun hindari terkena air atau cairan. Bila kotor dapat disikat menggunakan sikat kering, dry cleaning, bila harus dicuci dengan air jangan gunakan detergen, pakai lerak saja," ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan perawatan tas suede. Dita menuturkan, untuk merawat suede sebenarnya cukup mudah, tas suede yang kotor bisa dicuci pakai air dan detergen.

"Hindari merendam tas. Langsung dibasahi, sikat dengan bulu sikat yang lembut tanpa ditekan, bila tekanan terlalu kuat maka lem pada lapisan dalam dapat tembus ke atas permukaan sehingga membuat warna suede justru terlihat kotor," paparnya.

Selain itu, Anda juga dapat membersihkan tas dalam keadaan kering. Anda bisa menggunakan sikat lembut atau menggunakan penghapus pensil bila permukaan suede terkena tempelan seperti lem.

Pada bagian warna, tutur Dita, sekarang sebagian perajin tenun sudah menggunakan pewarna tekstil, sehingga warnanya bisa awet dan tidak mudah luntur. Namun beberapa perajin tenun masih menggunakan warna alam yang lebih mudah pudar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini