Maradona Meninggal Akibat Henti Jantung, Kenali Gejala hingga Pencegahannya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 481 2317139 maradona-meninggal-akibat-henti-jantung-kenali-gejala-hingga-pencegahannya-WXGerSfiOE.jpg Ilustrasi henti jantung. (Foto: BHF)

HENTI jantung yang menyebabkan legenda sepakbola Diego Maradona meninggal dunia di usia 60 tahun tergolong penyakit mematikan. Di Amerika Serikat misalnya, 350.000 orang mengalami penyakit ini dan 90 persen di antaranya meninggal.

Menurut Direktur Elektrofisiologi Jantung di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, Shepal Doshi MD, henti jantung adalah kondisi jantung benar-benar berhenti berdetak. Ketika detak jantung itu tidak muncul dalam beberapa menit, sebagian besar pasien meninggal dunia.

Kondisi seperti itu sering menyerang tanpa peringatan dan sejauh ini dokter belum menemukan solusi mencegahnya.

"Meski begitu, tindakan cepat setelah kejadian itu terjadi masih bisa menyelamatkan nyawa," kata ahli jantung Matthew J Budoff MD dari Sekolah Kedokteran David Geffen dan Pusat Medis Harbor-UCLA di Torrance, California.

Baca juga: Selain Maradona, Tokoh-Tokoh Ini Meninggal Akibat Henti Jantung 

Laman Men's Health menjelaskan bahwa henti jantung dimulai dengan dinding jantung yang melemah. Dokter Doshi menerangkan, beberapa orang terlahir dengan kondisi yang disebut dengan kardiomiopati atau kelainan di mana otot jantung membesar, tebal, atau kaku. Akibatnya, jantung kurang bisa memompa darah ke seluruh tubuh.

Penyebab lain seseorang mengalami henti jantung adalah riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, adanya penyakit pada katup jantung, dan penyalahgunaan obat-obatan serta alkohol. Jaringan parut dari serangan jantung sebelumnya juga bisa jadi penyebab henti jantung.

Faktor lain yang bisa menyebabkan henti jantung adalah rendahnya kadar mineral magnesium atau kalium yang memainkan peran kunci dalam sinyal listrik yang dikirim jantung. Itu kenapa olahraga intens yang mengirimkan lonjakan adrenalin ke seluruh tubuh dapat memicu serangan jantung pada orang yang berisiko.

"Jadi, Anda bisa juga mengalami henti jantung karena serangan jantung," terang dr Budoff.

Baca juga: Maradona Kecanduan Alkohol, Ini Dampak Negatifnya bagi Jantung 

Pertanyaannya sekarang, apakah henti jantung dapat diidentifikasi atau dikenali?

Kira-kira satu jam sebelum henti jantung, penderita biasanya akan mengalami mual, muntah, atau nyeri dada dan sesak napas. Tanda peringatan langsung dari henti jantung adalah jantung berdebar-debar, pusing, dan merasa sangat lelah secara mendadak.

"Tapi, beberapa kasus memperlihatkan bahwa henti jantung terjadi begitu saja tanpa ada gejala. Jadi Anda langsung kehilangan kesadaran dan denyut nadi Anda berhenti," kata dr Doshi.

Nah, menjadi hal yang penting sekarang adalah apakah henti jantung dapat dicegah?

Dokter Doshi mengatakan itu sulit, karena tidak yakin mengapa kasus ini tetap terjadi. Meski begitu, menjaga kesehatan jantung tetap menjadi cara pencegahan yang tepat. Misalnya dengan menjaga berat badan yang sehat, makan makanan bergizi, berolahraga, dan tidak merokok.

Baca juga: Henti Jantung Sebabkan Penderitanya Hilang Kesadaran Secara Mendadak 

Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang mengalami henti jantung atau gejala yang mengkhawatirkan seperti detak jantung berdebar kencang atau kelelahan yang tidak biasa, segera konsultasi dengan dokter.

Anda mungkin akan diminta melakukan tes seperti elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa fungsi listrik jantung.

"Bila Anda dianggap berisiko tinggi, maka akan mendapatkan defibrilator implan, perangkat internal yang secara otomatis mengejutkan jantung Anda jika berhenti. Ini seperti memiliki paramedis di tubuh Anda sendiri," jelas dr Doshi.

Baca juga: Maradona Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Yuk Kenali Perbedaannya dengan Serangan Jantung 

Maradona. (Foto: Reuters)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini