Konsumsi Obat Kimia Dibarengi Herbal Bikin Enggak Manjur?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 481 2317189 konsumsi-obat-kimia-dibarengi-herbal-bikin-enggak-manjur-MQDvZtdD3r.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Sebagian orang kerap mengonsumsi herbal untuk menjaga atau menyembuhkan penyakit yang dimilikinya. Meski demikian, beberapa orang juga kerap mengonsumsi herbal berbarengan dengan obat kimia yang telah diresepkan oleh dokter sesuai dengan penyakit yang dialaminya. Namun, apakah kebiasaan ini aman untuk dilakukan?

Menjawab hal tersebut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, Msi mengatakan Banyak herbal yang sebenarnya bisa dikonsumsi secara komplementer (saling melengkapi) dengan obat resep dokter. Tapi tidak semua herbal bisa dikonsumsi oleh para penderita.

Minum Obat

“Misalnya penderita diabetes yang mendapat obat dari dokter dan ia juga mengonsumsi suplemen antioksidan. Mereka harus tetap berhati-hati dalam mengonsumsinya. Kalau obat farmasi modern sangat kuat menurunkan gula darah, maka pasien harus mengukur kekuatan herbalnya juga. Semua ada perhitungan dan risk and benefitnya,” terang dr. Inggrid, dalam ‘Digital Press Launch: Herbatia Sari Imuno dan Herbatia Sari Oxyfit’, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga : Cegah Hipertensi, 3 Herbal Ini Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Oleh sebab itu dr, Inggrid menyarankan para pasien untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokternya masing-masing. Sebab yang ditakuti adalah adanya interaksi. Apabila misalnya herbal dan obat sama-sama bisa menurunkan gula darah, maka harus dicari perannya secara optimal.

“Kita juga harus selalu waspada terutama bagi pasien yang mengonsumsi pengencer darah. Ketika seseorang mengonsumsi jahe, maka harus konsultasi dengan dokter. Sebab jahe juga berperan untuk mengencerkan darah. Selain itu waktu mengonsumsi herbal dan obat dokter juga harus diperhatikan untuk meminimalisir dampak negatif. Caranya dengan memberi jarak selama 1-2 jam,” tambahnya.

Terkait dengan efektivitas obat kimia dan herbal saat dikonsumsi bersamaan, dr. Inggris menjelaskan bahwa pengetahuan pasien dan komunikasi yang baik dengan dokter memegang peranan yang sangat penting.

“Jangan sampai kita konsumsi obat kimia digabung dengan herbal yang memiliki mekanisme yang berlawanan. Misalnya orang diabetes berobat ke gizi klinik dan mendapatkan resep untuk menangangi obesitasnya. Kalau kita mengonsumsi obat yang meningkatkan nafsu makan maka akan kontraindikatif,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini