Fakta-Fakta Henti Jantung, Penyakit yang Menyerang Diego Maradona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 481 2317511 fakta-fakta-henti-jantung-penyakit-yang-menyerang-diego-maradona-26cRHzXkHm.jpg Ilustrasi henti jantung. (Foto: Freepik)

HENTI jantung mendadak (sudden cardiac arrest) menjadi topik hangat yang diperbincangkan netizen, menyusul meninggalnya legenda sepakbola dunia Diego Maradona. Pemilik julukan "Hand of God" itu mengembuskan napas terakhir pada 25 November 2020 setelah mengalami henti jantung mendadak.

Sekadar informasi, henti jantung mendadak adalah penyebab utama kematian di Amerika Serikat (AS), memengaruhi lebih dari 350.000 orang dari segala usia setiap harinya. Sayangnya, hanya sepertiga dari korban henti jantung yang menerima CPR. Sementara kurang dari 5 persen korban dirawat dengan defibrillator eksternal otomatis (AED) sebelum tenaga medis tiba di tempat kejadian.

Baca juga: Maradona Meninggal Akibat Henti Jantung, Kenali Gejala hingga Pencegahannya 

Tetapi untuk setiap menit yang berlalu tanpa CPR dan defibrilasi, peluang bertahan hidup seseorang berkurang 7 sampai 10 persen. Hasilnya, hanya 10 persen korban yang berhasil selamat dari henti jantung mendadak.

Merangkum dari Sca Aware, Jumat (27/11/2020), berikut fakta-fakta seputar henti jantung mendadak.

1. Apakah henti jantung mendadak jarang terjadi?

Jumlah orang yang meninggal karena henti jantung mendadak setiap harinya setara dengan jumlah orang yang mati jika dua pesawat jet jatuh setiap hari dan menewaskan hampir semua orang di dalamnya.

2. Henti jantung mendadak sama dengan serangan jantung?

Saat orang mengalami serangan jantung, mereka masih tetap terjaga dan jantungnya berdetak kencang. Ketika orang mengalami henti jantung mendadak, mereka tidak sadarkan diri dan jantung mereka tidak berdetak.

3. Henti jantung mendadak hanya terjadi pada orangtua?

Henti jantung mendadak terjadi pada orang-orang dari segala usia. Termasuk lebih dari 7.000 remaja di bawah usia 18 tahun.

Baca juga: Selain Maradona, Tokoh-Tokoh Ini Meninggal Akibat Henti Jantung 

4. Henti jantung mendadak hanya terjadi pada orang dengan riwayat penyakit jantung?

Henti jantung mendadak seringkali merupakan indikasi pertama dari masalah jantung.

5. Korban lebih baik menunggu bantuan profesional tiba?

Bantuan langsung yang dilakukan oleh profesional akan sangat berarti, bisa memberi pertolongan yang tepat dengan cepat.

6. Hanya personel terlatih yang diperbolehkan menggunakan AED?

AED dapat digunakan secara efektif oleh siapa saja yang dapat mengikuti petunjuk visual dan suara.

7. AED dapat melukai orang dengan menyetrum mereka secara tidak tepat?

AED aman dan efektif serta tidak akan mengejutkan jantung kecuali jika guncangan diperlukan untuk memulihkan detak jantung yang sehat.

Baca juga: Diego Maradona Meninggal Dunia, Waspadai 12 Faktor Risiko Henti Jantung 

Diego Maradona. (Foto: Reuters)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini