Berapa Lama Sebenarnya Waktu Istirahat Diperlukan di Jam Kerja?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 612 2317460 berapa-lama-sebenarnya-waktu-istirahat-diperlukan-di-jam-kerja-Jv1E2nsnKU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENUMPUKAN aktivitas memang membuat kita kelelahan tapi tidak bisa beristirahat dengan baik. Akibatnya, ketika tengah bekerja kita pun akan mengalami serangan kantuk.

Oleh karena itu, sangat disarankan melakukan istirahat siang sejenak atau yang lebih dikenal dengan intermittent resting. Dengan demikian, maka akan membantu kita menjalani aktivitas harian.

Nahid de Belgeonne, pakar kebugaran di Inggris memerhatikan ada kesamaan di antara para klien yang mengikuti kelas kebugarannya. Mereka umumnya adalah orang-orang yang punya jadwal kegiatan cukup padat atau sibuk.

tidur siang

“Mereka pada dasarnya sudah cukup lelah dengan pekerjaan di kantor maupun aktivitas harian lainnya. Mereka hampir sepanjang hari duduk bekerja di balik komputer. Mental mereka sudah cukup lelah,” jelas Nahid kepada BBC yang dilansir oleh Okezone.

“Para klien saya ini setiap hari memotivasi atau memaksa diri mereka sendiri untuk beraktivitas melebihi kemampuannya, lalu untuk menghilangkan lelah dan kantuk akan mengonsumsi kopi bercangkir-cangkir. Dan ketika malam tiba, mereka tidak bisa tidur nyenyak karena kebanyakan kafein atau lantaran terlalu banyak pikiran,” tambah dia.

Nahid menyadari bahwa para kliennya butuh belajar memperlambat ritme aktivitasnya. Dari sinilah, Nahid terinspirasi untuk mengajari kliennya agar mengambil atau mencuri waktu sejenak untuk beristirahat di tengah-tengah jadwal aktivitas harian.

“Pada saat tidur malam, siklus REM Anda berjalan sekitar 90-100 menit. Pada periode itu, otak Anda akan dibersihkan, tubuh melakukan pembersihan, membuang zat atau hal-hal yang tidak diperlukan. Kemudian, proses ini dilanjutkan dengan 20 menit tidur sangat lelap, yang digunakan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak sekaligus menutrisinya,” jelas Nahid.

Nahid lalu mempraktikan lebih dulu pola ini ke dalam aktivitas hariannya. “Saya umumnya bekerja intens sekitar 90-120 menit menyelesaikan sebuah pekerjaan di komputer. Lalu istirahat sekitar 15-20 menit, duduk tanpa memikirkan sesuatu,” jelas dia.

Nahid yakin, jika meniru caranya untuk ambil waktu sejenak menjauh dari layar komputer dan mengintenskan kembali kerja otak. Triknya, Anda bisa cari tempat yang sepi untuk sekadar duduk memejamkan mata, atau mendatangi meja teman kerja dan ngobrol sejenak, atau bahkan menawarkan membuatkan secangkir kopi di pantry untuk seorang teman kerja.

“Coba praktikkan, maka Anda akan merasa lebih segar sehingga bisa lebih produktif lagi dalam bekerja,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini