Ternyata Maradona Pernah Hipertensi Akut hingga Operasi Otak

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 28 November 2020 03:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 612 2317704 ternyata-maradona-pernah-hipertensi-akut-hingga-operasi-otak-2TDZ3NTJsl.jpg Maradona. (Foto: Reuters)

SETELAH berhenti dari dunia olahraga, kehidupan Diego Armando Maradona memang nampaknya tidak bisa lepas dari kokain dan alkohol. Akibatnya, Maradona pun mengalami banyak penyakit.

Sejarah hidupnya mencatat, pada awal 90-an, di puncak karier olahraganya bermain untuk Napoles FC, dia juga pernah dinyatakan positif kokain. Pada 1997, ia dirawat karena masalah tekanan darah dan tidak lama setelah itu pada 2000 ia mengatasi krisis hipertensi yang serius, serta aritmia vertikel.

Pada 2004, Maradona juga pernah kena serangan jantung. Setahun kemudian, di 2005, ia menjalani operasi bypass lambung untuk menyelesaikan pengecilan perutnya, karena pada saat itu berat badannya mencapai 120 kilogram.

Lima tahun kemudian, pada 2010, Maradona menjalani operasi rekonstruksi bibir atas akibat gigitan seekor anjing. Selain itu, pada 2012, saat menjalani pelatihan di Uni Emirat Arab, ia melakukan operasi batu ginjal.

Bahkan, Fox News melaporkan, sebelum meninggal karena henti jantung, Maradona sempat menjalani operasi otak pada awal November karena hematoma subdural. Bukan hanya operasi otak, menurut laman Capost, Maradona pada akhir musim panas 2020 menjalani operasi lutut karena osteoartritis di persendian.

Baca Selengkapnya: Diego Maradona Meninggal, Ini Deretan Penyakit Semasa Hidupnya

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini