Tips Aman Berolahraga untuk Pasien Penyakit Jantung

Diana Rafikasari, Jurnalis · Senin 30 November 2020 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 481 2318635 tips-aman-berolahraga-untuk-pasien-penyakit-jantung-GNrfwAdbcT.jpg (Foto: Youtube)

Tidak diragukan lagi, berolahraga bisa membantu agar tubuh tetap sehat. Berolahraga secara rutin tentu baik untuk kesehatan. Namun, bagaimana olahraga yang aman bagi penderita penyakit jantung?

Berolahraga secara teratur saat Anda menderita penyakit jantung adalah penting untuk menjaga kondisi tetap terkendali. Aktivitas fisik dapat memperkuat otot jantung dan membantu mengelola tekanan darah dan kadar kolesterol.

Dokter dapat memberi tahu aktivitas apa yang baik untuk kondisi Anda. Tanyakan tentang hal-hal seperti push-up dan situp. Ini melibatkan peregangan otot pada otot lain atau benda berat. Anda mungkin perlu menghindarinya.

Pastikan bahwa mengangkat dan mendorong benda berat, dan tugas-tugas seperti menyapu, menyekop, memotong, dan menggosok, tidak dilarang. Pekerjaan rumah tangga bisa menguras tenaga sebagian orang. Lakukan hanya apa yang dapat Anda lakukan tanpa merasa lelah.

 Berolahraga secara teratur saat Anda menderita penyakit jantung adalah penting untuk menjaga kondisi tetap terkendali.

Beberapa obat dapat sangat memengaruhi cara tubuh Anda berolahraga. Dokter dapat memberi tahu jika Anda perlu mengubah rencana olahraga karena apa yang Anda konsumsi.

Berikut tips aman berolahraga untuk orang dengan penyakit jantung dilansir dari WebMD, Sabtu (28/11).

1. Pacu diri Anda

Jangan lakukan terlalu banyak, terlalu cepat. Berikan waktu tubuh Anda untuk beristirahat di antara latihan.

2. Jangan berolahraga di luar ruangan saat cuaca terlalu dingin, panas, atau lembap

Kelembapan yang tinggi bisa membuat Anda lebih cepat lelah. Suhu yang ekstrem dapat mengganggu sirkulasi, membuat sulit bernapas dan menyebabkan nyeri dada. Aktivitas dalam ruangan seperti berjalan di mal adalah pilihan yang lebih baik.

Baca juga: Kesal dengan Komedo di Hidung? Ini 5 Cara Rumahan untuk Menghilangkannya

3. Tetap terhidrasi

Minumlah air bahkan sebelum Anda merasa haus, terutama di hari-hari panas.

4. Hindari mandi air panas dan dingin yang ekstrem atau mandi sauna setelah berolahraga

Suhu ekstrem ini membuat jantung Anda bekerja lebih keras.

5. Lanjutkan perlahan setelah istirahat

Jika olahraga rutin terganggu selama beberapa hari karena sakit, pergi berlibur, atau cuaca buruk, misalnya, lakukan kembali olahraga Anda. Mulailah dengan aktivitas yang lebih singkat dan tidak terlalu intens, dan secara bertahap tingkatkan hingga kembali ke level sebelumnya.

6. Jangan berolahraga jika tidak enak badan

Jangan berolahraga jika Anda sedang tidak enak badan atau demam. Orang dengan masalah jantung harus menunggu sampai semua gejala hilang sebelum kembali ke rutinitas, kecuali jika dokter memberikan arahan lain.

7. Stop aktivitas jika detak jantung cepat dan sakit

Stop aktivitas jika detak jantung cepat atau tidak teratur atau jantung berdebar-debar. Periksa denyut nadi setelah beristirahat selama 15 menit. Jika masih lebih dari 100 denyut per menit, hubungi dokter.

Terlalu lelah atau sesak napas juga merupakan sinyal untuk berhenti. Beri tahu dokter apa yang terjadi, atau jadwalkan janji temu.

Jangan abaikan rasa sakit saat olahraga seperti tekanan atau nyeri di dada, lengan, leher, rahang dan bahu. Berhentilah saat Anda merasakan nyeri di bagian tubuh mana pun. Anda bisa melukai persendian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini