Bayi Bisa Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasannya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 30 November 2020 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 481 2318886 bayi-bisa-lahir-dengan-antibodi-covid-19-ini-penjelasannya-Ri2TSanVZI.jpg (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

Baru-baru ini Singapura dihebohkan dengan kelahiran bayi yang memiliki antibodi Covid-19. Sang ibu yang bernama Celine Ng-Chan, 31 sempat terpapar Covid-19 saat hamil.

Khawatir akan si janin, wanita ini justru terkejut dan bahagia karena bayinya yang diberi nama Aldrin itu lahir dengan memiliki antibodi Covid-19.

Melansir Straits Times, diketahui bahwa antibodi yang dimiliki Aldrin menunjukkan bahwa dia memiliki kekebalan terhadap virus corona.

“Dokter saya meyakini saya telah mentransfer antibodi Covid-19 saya ke anak saya selama kehamilan,” imbuh Celine.

 Baru-baru ini Singapura dihebohkan dengan kelahiran bayi yang memiliki antibodi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, dokter Manggala Pasca Wardhana SpOG mengatakan, bayi bisa membentuk antibodi sejak dalam kandungan.

"Kita belum tahu apakah bayi terinfeksi Covid-19 saat dalam kandungan atau tidak. Jika si janin terpapar, ada kemungkinan ia akan membentuk antibodi IgM, karena IgM tidak bisa ditransfer dari plasenta si ibu," kata dokter Manggala ketika dihubungi Okezone.

Tubuh akan membuat antibodi IgM saat seseorang pertama kali terinfeksi bakteri atau virus sebagai bentuk pertahanan pertama tubuh untuk melawan infeksi. Kadar IgM akan meningkat dalam waktu singkat saat terjadi infeksi, kemudian perlahan menurun dan digantikan oleh antibodi IgG.

Baca juga: Kesal dengan Komedo di Hidung? Ini 5 Cara Rumahan untuk Menghilangkannya

Sedangkan antibodi IgG adalah jenis antibodi yang paling banyak ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Ketika antigen seperti kuman, virus, atau zat kimia tertentu masuk ke dalam tubuh, sel-sel darah putih akan "mengingat" antigen tersebut dan membentuk antibodi IgE untuk melawannya.

Dengan demikian, jika antigen tersebut kembali masuk ke dalam tubuh atau menyerang tubuh seseorang, sistem kekebalan tubuh akan mudah mengenalinya dan melakukan perlawanan karena antibodi sudah terbentuk lebih dulu.

Akan tetapi, dokter Manggala pun mengingatkan, ada kemungkinan hal tersebut tidak permanen. Sehingga si bayi juga membutuhkan tes swab secara berkala serta melakukan protokol kesehatan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini