Hari AIDS Sedunia 2020, Indonesia Masih Hadapi Tantangan Berat Atasi HIV

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 30 November 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 481 2318935 hari-aids-sedunia-2020-indonesia-masih-hadapi-tantangan-berat-atasi-hiv-g77PpbbIYS.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Hari AIDS Sedunia 2020 diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Pandemi Covid-19 memang memiliki dampak besar pada kesehatan dunia. Salah satunya bagi orang-orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Mereka menjadi khawatir dan takut untuk mengakses layanan kesehatan karena takut terinfeksi oleh Covid-19.

Sebagaimana diketahui baik HIV dan AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Alhasil kelompok ODHA menjadi salah satu target yang rentan dan paling berisiko apabila tertular Covid-19.

HIV

Menanggapi hal tersebut Executive Director Indonesia AIDS Coalition, Aditya Wardhana mengatakan situasi pandemi Covid-19 memaksa pemerintah untuk memodifikasi program guna memastikan setiap ODHA bisa tetap mendapatkan akses pengobatan. Salah satunya dengan client centered service.

Baca Juga : Hari AIDS Sedunia, Indonesia Gagal Capai Target Penanggulangan HIV

Beberapa bentuk client centered services yang bisa dilakukan antara lain

1. Memberikan antiretroviral (ARV) multi bulan.

2.pemberian ARV dalam bentuk kombinasi dosis tetap (KDT) atau fix dose combination yang lebih ramah pasien (kombinasi ARV Tenofovor, Lmivudine, dan dolutegravir).

3. Extended service untuk layanana ARV dan Viral Load dengan bekerjasama denga LSM.

4.Telemedicines bagi konsultasi dokter dan konselor HIV.

Meski demikian, Aditya mengatakan penanggulangan HIV di Indonesia masih menghadapi tantangan. Terbukti dengan gap terhadap komitmen yang dihasilkan Political Declaration of Commitment untuk menyelesaikan persoalan AIDS di 2030. Target global yang di harapkan sebesar 90 persen yakni 576.399 ODHA dapat teratasi, namun capaian Indonesia pada 2020 hanya sebesar 54 persen yakni sekira 344.525 orang.

“Kepemimpinan program AIDS menjadi kabur, pasca dibubarkannya Komisi Penanggualangan AID Nasional (KPAN) pada 2016. Isu HIV hanya terkesan menjadi program tanggung jawab Kementerian Kesehatan dan melupakan aspek sosial dan ekonomi di sekitar Epidemi HIV,” ucap Aditya dalam Press Conference HARI AIDS Sedunia 2020: Penanggulangan AIDS Auto-Pilot. Negara gagal capai target 90-90-90, Senin (30/11/2020).

HIV

Selain itu pendanaan juga menjadi tantangan lain yang dimiliki Indonesia. Sebab pendanaan program, khususnya bagi mendukung kerja LSM yang menjadi ujung tombak masih mayoritas didanai oleh donor. Adanya realokasi dan refocusing bagi penanganan Covid-19 membuat skema penganggaran bagi program HIV menjadi kurang.

“Kerja dan partisipasi LSM dan komunitas belum dipandang sebagai bagian dari struktur sistem kesehatan. Salah satu buktinya, pendanaan bagi kerja LSM dan komunitas ini belum dianggarkan dari APBN dan APBD,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini