Hari AIDS 2020, HIV AIDS Masih Sulit Diberantas di Tanah Air

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 481 2319253 hari-aids-2020-hiv-aids-masih-sulit-diberantas-di-tanah-air-eXgTG9pJsI.jpg (Foto: Womenshealth)

HARI AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember setiap tahunnya. Hal ini menjadi suatu pengingat bagi masyarakat, sebab tingkat penanggulangan HIV di Tanah Air masih belum berjalan optimal.

Dalam pertemuan tingkat tinggi di kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan 8-10 Juni 2016, dihasilkan Political Declaration of Commitment untuk menyelesaikan persoalan AIDS di 2030.

Dalam deklarasi tersebut membuat target ambisius guna mencapai target 90-90-90 pada akhir 2020 dan 95-95-95 pada 2030. Sekadar informasi ini adalah target ambisius namun dapat dicapai pada 2020 untuk mengakhiri pandemi HIV 2030.

 HARI AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember setiap tahunnya.

Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana, mengatakan estimasi jumlah orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Indonesia pada 2020 adalah 640.443 orang. Jika target global yang diharapkan sebesar 90 persen artinya 576.399 orang dapat teratasi.

Sayangnya capaian Indonesia pada 2020 hanya sebesar 54 persen yakni sekira 344.525 orang. Statistik ini menunjukkan bahwa salah satu negara dengan respon pencapaian hasil terendah dalam penanggulangan HIV di dunia.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Bagaimana Ketersediaan Kamar di RSD Wisma Atlet?

“Kalau tidak ada usaha, saya tidak melihat HIV dan AIDS bisa dihilangkan dari Indonesia. Yang ada, penyakit ini malah semakin bertambah, dan terus bertambah,” terang Aditya, dalam Press Conference HARI AIDS Sedunia 2020: Penanggulangan AIDS Auto-Pilot. Negara gagal capai target 90-90-90.

Oleh sebab itu pemerintah dan semua instansi terkait harus berkaca dari kegagalan Indonesia dalam menanggulangi HIV sesuai dengan deklarasi yang ditentukan. Salah satunya dengan melakukan fastrack dan melakukan banyak perubahan.

“Saya bahkan tidak akan melihat Indonesia untuk melakukan ending edge bahkan sampai 2030, 2050, atau bahkan 2070. Sebab tidak ada penanggulangan serius yang dilakukan,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini