Cek Fakta, Pengidap HIV/AIDS Tidak Boleh Berhubungan Intim Sama Sekali?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 481 2319299 cek-fakta-pengidap-hiv-aids-tidak-boleh-berhubungan-intim-sama-sekali-vBvzVTlyMX.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember. Momentum ini digunakan untuk terus mengedukasi masyarakat soal penyakit HIV/AIDS yang mungkin sampai sekarang masih tabu untuk dibahas.

Perkembangan HIV/AIDS di Indonesia sendiri pada 2020 menurut laporan HIV/AIDS dan PIMS Triwulan II Tahun 2020 Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya penemuan kasus HIV baru sebanyak 21.220 dan 70 persennya adalah kelompok usia subur berusia 25-49 tahun.

Menjadi masalah sekarang adalah di situasi pandemi ini, orang dengan HIV positif banyak mengeluhkan sulitnya akses ARV. Menurut artikel ilmiah yang dirilis dalam Asia Pasific Journal of Public Health, sebelum pembatasan aturan perjalanan dalam negeri diberlakukan di Indonesia, banyak orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang kehilangan pekerjaan, terpaksa kembali ke daerah asal tempat tinggal masing-masing, dan terhenti terapi ARV-nya.

Hari AIDS Sedunia

Baca Juga : Hari AIDS 2020, HIV AIDS Masih Sulit Diberantas di Tanah Air

Terlepas dari temuan fakta tersebut, masih menjadi perdebatan sekarang adalah apakah ODHA tidak boleh berhubungan intim sama sekali sebagai upaya pencegahan penyebaran HIV?

Diterangkan Dokter Spesialis Kandungan RS Brawijaya Antasari dr Dinda Derdameisya, SpOG, salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mencegah penularan HIV adalah dengan abstinence atau tidak berhubungan intim sama sekali.

"Jadi, untuk mencegah tertular HIV, salah satu caranya, ya, dengan tidak berhubungan intim sama sekali," terangnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/12/2020).

Ia melanjutkan, upaya lain tentu saja bersikap setia dengan pasangan dan selalu menggunakan kondom jika Anda termasuk dalam pasangan yang aktif secara seksual. Selain kondom, alat kontrasepsi lainnya pun tetap perlu dipakai oleh para penderita HIV, terkhusus ibu dengan positif HIV.

Ibu Hamil

Ya, ibu dengan HIV positif harus tetap berkontrasepsi untuk merencanakan kehamilan dan/atau mencegah kehamilan tidak direncanakan, khususnya di masa pandemi ini. Menurut dr Dinda, sebelum menentukan pilihan metode kontrasepsi, ibu dengan HIV positif harus melakukan pemeriksaan terlebih dulu untuk melihat status pengobatan ARV-nya.

"Pengguna KB hormonal seperti Pil KB, KB Suntik, dan Implan bisa digunakan apabila ibu dengan HIV positif masih dalam terapi ARV 2. Sedangkan untuk pengguna IUD non-hormonal dapat digunakan apabila tidak sedang dalam terapi ARV 3 pada saat pemasangannya," paparnya.

Dokter Dinda menambahkan, khusus kondom, alat kontrasepsi tersebut wajib digunakan pada setiap kali berhubungan seksual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini