95% Populasi AS Pakai Masker Bantu Selamatkan Hampir 130 Ribu Nyawa

Poppy Fadhilah, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 481 2319501 95-populasi-as-pakai-masker-bantu-selamatkan-hampir-130-ribu-nyawa-xQ3pp7CyVQ.jpeg (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

Ahli Bedah Umum AS Jerome M. Adams, MD, MPH, menulis sebuah Tweet yang meminta semua orang membatasi interaksi di luar rumah dan menggunakan masker untuk berperang melawan Covid-19.

Para ilmuwan dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) mencatat bahwa jumlah kematian akibat Covid-19 tidak bisa dihindari. Mereka bilang, kita bisa menyelamatkan hampir 130.000 nyawa jika 95% penduduk AS memakai masker. Meskipun hanya 85% yang memakai masker, hampir 96.000 kematian bisa dicegah.

Dalam laporan ilmiah terbaru dari yang dirilis dua minggu lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengonfirmasi 7 penelitian yang menunjukkan bahwa memakai masker juga melindungi orang yang memakainya.

Laporan itu juga mengatakan, dengan menggunakan masker kita juga bisa membantu melindungi perekonomian.

CDC mengatakan analisis data menunjukkan bahwa hanya kenaikan 15% dalam pemakaian masker dapat mencegah perlunya lockdown dan membantu mengurangi kerugian ekonomi hingga 1 triliun dolar Amerika.

Jenis Masker yang Disarankan

Para peneliti mengatakan masker kain dapat mengurangi penyebaran droplet virus korona berukuran antara 5 dan 10 mikron. Sedangkan beberapa droplet yang lebih kecil dari 5 mikron hanya dapat dihentikan penyebarannya dengan masker N95.

Peneliti Universitas California Los Angeles (UCLA) melaporkan bahwa batuk dapat mengirim partikel sejauh lebih dari 6 kaki atau kurang lebih 2 meter tanpa pelindung wajah. Tapi masker kain dua lapis dapat mengurangi partikel batuk hingga 77%.

“Itu sebenarnya lebih dari yang saya harapkan sebelum saya memulai eksperimen, itu kabar baik,” kata Yifang Zhu, PhD, profesor ilmu kesehatan lingkungan di UCLA Fielding School of Public Health.

Dia mengatakan masker bedah di apotek bekerja lebih baik. “Masker sekali pakai yang kami uji sebenarnya cukup efektif. Mereka dapat mengurangi partikel sekitar 90%,” jelas Zhu kepada Healthline.

 Memakai masker juga melindungi orang yang memakainya.

Baca juga: Kesal dengan Komedo di Hidung? Ini 5 Cara Rumahan untuk Menghilangkannya

Masyarakat Masih Belum Memakai Masker

Terlepas dari studi, peringatan, dan bahkan perintah, masyarakat Amerika Serikat masih tidak menggunakan masker dalam jumlah yang diperlukan untuk menahan virus korona dan menyelamatkan nyawa.

Para ilmuwan di Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memperkirakan bahwa penggunaan masker nasional tetap sekitar 67%. Memakai masker telah menjadi masalah Politik vs Sains.

Dr. William Schaffner, seorang ahli penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine di Tennessee, mengatakan hal itu tidak mengherankan.

"Selama perang vaksin, psikolog mengajari kita bahwa ini adalah respons normal manusia," katanya kepada Healthline.

Schaffner mengatakan, membangun pendekatan nasional berbasis sains dan kesehatan masyarakat akan sulit. Negara lain telah melakukan hal serupa, contohnya Selandia Baru, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan China.

“Kita hanya perlu terus menyampaikan pesan yang benar kepada publik bahwa setiap orang harus melakukan bagiannya,” tambah Zhu. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini