Hari AIDS Sedunia, Ini Nutrisi yang Dibutuhkan ODHA

Antara, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 481 2319804 hari-aids-sedunia-ini-nutrisi-yang-dibutuhkan-odha-a9kV6ti3Y8.jpg Ilustrasi nutrisi sehat. (Foto: PhotoMIX/Pixabay)

SETIAP tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Segala faktor pun jadi fokus perhatian agar penanganan HIV/AIDS selalu lebih baik. Salah satunya adalah terkait pemenuhan nutrisi bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan nutrisi yang tercukupi bisa membantu memperlambat pengembangan HIV menjadi AIDS atau kondisi stadium 3 HIV sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.

Terhadap ODHA, sistem imun bekerja lebih keras melawan infeksi yang menyerang dan inilah yang terkadang membuat mereka membutuhkan lebih banyak energi serta nutrisi dari makanan. Lalu diet atau pola makan seperti apa yang harus ODHA terapkan?

Laman Medical News Today mencatat diet yang terbaik adalah banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian; lalu sumber protein tanpa lemak seperti ikan, unggas, atau kacang-kacangan; lemak yang menyehatkan dari kacang-kacangan, minyak zaitun, atau alpukat; serta batasi makanan yang diproses atau tinggi gula atau garam.

Baca juga: 9 Gejala HIV, Salah Satunya Berat Badan Turun Drastis! 

Namun, seringkali ada masalah dalam pemenuhan nutrisi ini, antara lain karena obat yang diminum bisa mengurangi nafsu makan, ada gejala seperti mual dan muntah membuat sulit makan dan kelelahan serta depresi. Belum lagi jika ada diare yang membuat nutrisi makanan tidak sempat dicerna tubuh.

Akibatnya, mereka dengan HIV bisa memiliki bobot tubuh turun. Menurut WHO, untuk membantu mengembalikan berat tubuh yang hilang (sehingga bobot tubuh menjadi sehat), mereka dengan HIV bisa lebih banyak mengonsumsi makanan pokok seperti beras, jagung, gandum, roti, kentang, ubi jalar, ubi jalar, dan pisang.

Hari AIDS Sedunia.

Mereka juga perlu memperbanyak asupan kacang-kacangan, produk kedelai, daging-dagingan termasuk ayam, ikan, telur, hati sesering mungkin, lalu buah-buahan, yogurt, dan camilan seperti keripik singkong serta sandwich.

Selain itu, sebaiknya secara perlahan tingkatkan asupan lemak misalnya lebih banyak mengonsumsi kacang tanah, kedelai, wijen, alpukat, dan daging berlemak.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Ini Bahaya Mengganti-ganti Obat bagi ODHA 

Jika dalam pemenuhannya ternyata menyebabkan diare maka kurangi asupan lemak sampai gejala berakhir dan secara bertahap tingkatkan jumlah asupan sampai pada tingkat tubuh bisa memberikan toleransi.

Asupan lainnya yang dibutuhkan yakni lebih banyak produk susu seperti susu full-cream. Tetapi bagi yang sulit mencernanya sebaiknya tidak usah mengonsumsi produk susu terutama jika ditambah ada gejala kram dan ruam kulit. Penambahan madu, sirup atau produk pemanis pada makanan juga bisa dilakukan.

"Sangat penting untuk mencoba makan, meskipun Anda mungkin merasa tidak enak makan, untuk menghindari penurunan berat badan," jelas WHO.

Jika nafsu makan buruk terus berlanjut atau penderita sedang mengalami sakit tertentu bisa mencoba makanan ringan sebagai selingan makanan utama, setidaknya sebanyak tiga kali.

Pada mereka yang terkena diare, dianjurkan minum air lebih dari delapan gelas per hari, mengonsumsi sup, jus buah yang diencerkan dengan air atau larutan rehidrasi oral.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Curhat ODHA Hadapi Tantangan Berat dalam Tanggulangi Penyakitnya 

Mereka juga bisa mengonsumsi makanan lembut, termasuk sayuran lunak dan untuk mengganti mineral yang hilang cobalah pisang, mangga, pepaya, semangka, labu, labu, kentang dan wortel dalam porsi kecil namun sering.

Sebaiknya hindari dulu sejumlah makanan atau minuman yang bisa memperburuk diare seperti makanan mengandung lemak, susu yang terkadang tidak dapat ditoleransi tubuh, minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bisa memperburuk dehidrasi serta makanan yang sangat pedas.

Olahraga dan Herbal

Selain nutrisi, berolahraga rutin juga dianjurkan para pakar kesehatan untuk meningkatkan fungsi imun tubuh, merangsang nafsu makan dan meningkatkan kesehatan mental.

Orang dengan HIV biasanya dapat melakukan jenis olahraga yang sama dengan orang sehat seperti berjalan, berlari, berenang, hingga berdansa jika memungkinkan. Namun sebelum mencoba aktivitas baru, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui batas kemampuan.

Baca juga: Cek Fakta, Pengidap HIV/AIDS Tidak Boleh Berhubungan Intim Sama Sekali? 

Di sisi lain, tubuh membutuhkan istirahat ekstra. Jadi, WHO merekomendasikan orang dengan HIV bisa tidur selama delapan jam setiap malam dan sebaiknya segera beristirahat saat merasa lelah.

Cobalah untuk tidak terlalu khawatir dan stres karena kondisi ini bisa merusak sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, luangkan waktu untuk bersantai dengan orang terkasih seperti keluarga atau teman, lakukan hal-hal yang disukai.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Penanggulangan HIV di Indonesia Masih Rendah 

Sebaiknya hindari merokok karena bisa merusak paru-paru dan banyak bagian tubuh lainnya dan mempermudah infeksi menyerang tubuh, juga obat-obatan yang tidak perlu.

Bagaimana dengan herbal atau obat tradisional? Menurut WHO, obat tradisional tertentu dapat membantu mengobati banyak gejala infeksi, namun perlu berkonsultasi dulu dengan dokter.

Herbal dan rempah-rempah sendiri diketahui bisa membantu merangsang nafsu makan, namun harus digunakan dalam jumlah sedang karena penggunaan berlebihan justru dapat menyebabkan masalah dan memiliki efek toksik.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia 2020, Indonesia Masih Hadapi Tantangan Berat Atasi HIV 

Tanaman lidah buaya misalnya, bisa membantu mengatasi sembelit lalu camomile untuk membantu pencernaan, kayu manis untuk mengatasi pilek dan merangsang nafsu makan.

Selain itu ada bawang putih yang memiliki sifat antibakteri, antivirus, membantu pencernaan; jahe untuk membantu memberi energi, meredakan diare dan merangsang nafsu makan, mengatasi mual; serta lemon yang bersifat antibakteri dan membantu pencernaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini