Peneliti Temukan Gerakan Kepala Buat Redakan Sakit Vertigo

Diana Rafikasari, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 22:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 481 2319850 peneliti-temukan-gerakan-kepala-buat-redakan-sakit-vertigo-0C7TA2R9K9.jpg Ilustrasi sakit vertigo. (Foto: Peggy Marco/Pixabay)

VERTIGO merupakan salah satu sakit kepala. Penderitanya akan mengalami keadaan seperti berputar atau melayang. Ini disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular.

Vertigo sering kali dibarengi gejala mual dan muntah serta ketidakmampuan penderita menjaga keseimbangan badan. Ini bahkan bisa membuat penderitanya mengalami kesulitan berdiri atau berjalan.

Namun ternyata ada cara yang cukup mudah untuk meredakan sakit vertigo. Caranya melalui gerakan kepala dan badan.

Cara ini berdasarkan pedoman baru yang dikembangkan peneliti dari American Academy of Neurology. Mereka menemukan pengobatan termudah dan tercepat untuk vertigo.

Baca juga: Madu dan Cuka Sari Apel Bantu Atasi Sakit Vertigo 

Pedoman tentang benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), gangguan telinga bagian dalam yang merupakan penyebab umum pusing, telah diterbitkan dalam jurnal Neurology edisi 27 Mei 2008.

Gangguan tersebut menyebabkan perasaan berputar atau berputar saat kepala digerakkan dengan cara tertentu, seperti melihat ke atas atau menekuk. Perasaan itu berlangsung sebentar tetapi bisa parah.

Pedoman tersebut menetapkan bahwa dalam banyak kasus, vertigo dapat diobati dengan manuver sederhana berupa serangkaian gerakan kepala dan tubuh.

"Kabar baiknya adalah jenis vertigo ini mudah diobati," kata penulis pedoman Terry D Fife MD dari University of Arizona College of Medicine dan Barrow Neurological Institute, seperti dikutip dari Science Daily, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Alami Vertigo, Zaskia Adya Mecca Panik saat Dibawa ke UGD 

"Daripada memberi tahu pasien untuk menunggu atau meminta mereka minum obat, kami dapat melakukan perawatan yang aman dan cepat yang langsung dan efektif," tambah Fife yang juga anggota dari American Academy of Neurology.

Panduan tersebut menemukan bahwa prosedur reposisi kanal, juga disebut manuver Epley, aman dan efektif untuk orang-orang dari segala usia. Manuver Semont mungkin merupakan pengobatan yang efektif. Untuk mengembangkan pedoman ini, penulis menganalisis semua studi ilmiah yang tersedia tentang topik tersebut.

Gangguan tersebut diyakini disebabkan oleh kristal kalsium karbonat lepas yang bergerak di tabung penginderaan telinga bagian dalam. Manuver tersebut memindahkan kristal kalsium keluar dari tabung penginderaan dan ke ruang dalam telinga lainnya, dari mana kristal tersebut dapat diserap.

Pedoman tersebut juga mengevaluasi apakah pembatasan aktivitas diperlukan setelah manuver dilakukan.

"Tidak ada bukti yang jelas untuk mendukung pembatasan ini, termasuk tidur tegak dan mengenakan kerah serviks," jelas Fife.

Baca juga: Sembuh dari Vertigo, Kwon Nara Siap Lanjutkan Syuting Itaewon Class 

Pedoman tersebut juga meninjau apakah pasien dapat melakukan manuver dengan aman dan efektif di rumah.

"Memiliki pasien yang merawat dirinya sendiri dengan menggunakan senam di rumah tampaknya menimbulkan sedikit risiko, tetapi tidak ada cukup bukti bahwa ini seefektif manuver yang dilakukan oleh dokter atau terapis," pungkasnya.

Baca juga: Gunakan Minyak Zaitun untuk Pijat, Perhatikan Caranya yang Benar 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini