6 Manfaat Bercocok Tanam, Bantu Lawan Penyakit hingga Jaga Daya Ingat

Antara, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 612 2319219 6-manfaat-bercocok-tanam-bantu-lawan-penyakit-hingga-jaga-daya-ingat-lbZCKrkuGU.jpg Ilustrasi bercocok tanam. (Foto: Wiselywoven/Pixabay)

DI masa pandemi virus corona ini banyak aktivitas alternatif yang dilakukan untuk mengusir kebosanan saat di rumah saja. Salah satunya adalah bertanam atau bercocok tanam. Ini merupakan kegiatan tanam-menanam mulai umbi-umbian hingga tanaman hias aneka bunga.

Masyarakat perkotaan mengenal istilah urban farming atau berkebun memanfaatkan lahan yang ada di rumah. Perlahan kegiatan ini mulai populer dan sejumlah pihak menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya menyediakan konten belajar bertanam.

Baca juga: Bisa Sebabkan Kanker, Petani Indonesia Kurang Peduli dengan Penggunaan Pestisida 

Dari sisi kesehatan, selain sebagai cara memaksimalkan waktu di rumah, bertanam juga bisa membantu meningkatkan kesehatan, salah satunya untuk melawan penyakit.

Selain itu juga masih banyak manfaat lain dari kegiatan bertanam, berikut ini ulasannya, sebagaimana dikutip dari Antara.

1. Lawan penyakit

Saat berada di luar rumah dan terpapar sinar matahari, kulit Anda menggunakan sinar matahari untuk vitamin D. Para peneliti, seperti dilansir dari Healthline, memperkirakan setengah jam di bawah sinar matahari dapat menghasilkan antara 8.000 dan 50.000 unit internasional (IU) vitamin D dalam tubuh. Tapi ini tergantung seberapa tebal pakaian yang menutupi tubuh dan juga warna kulit Anda.

Vitamin D sendiri memiliki sederet manfaat untuk tubuh, antara lain memperkuat tulang dan sistem kekebalan Anda. Berbagai studi juga menunjukkan berada di bawah sinar matahari dapat membantu menurunkan risiko berbagai kanker seperti payudara, kolorektal, kandung kemih, prostat, limfoma non-Hodgkin, hingga multiple sklerosis.

Pakar kesehatan mengatakan, jika kadar vitamin D Anda rendah, maka memiliki risiko lebih besar terkena serangan psoriasis, sindrom metabolik (kondisi pradiabetes), diabetes tipe II, dan bahkan demensia.

2. Bantu jaga berat badan dan kualitas tidur

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut berkebun (bagian dari bertanam) bisa membangun kekuatan, meningkatkan kualitas tidur, dan membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat.

Aktivitas seperti memotong rumput mungkin termasuk kategori olahraga ringan hingga sedang, sedangkan menyekop, menggali, dan memotong kayu dapat dianggap sebagai olahraga berat.

Beraktivitas di lahan menggunakan setiap kelompok otot utama di tubuh dan tidak akan mengejutkan jika Anda bangun pagi besok hari merasa sakit setelah seharian bekerja.

Penelitian telah menemukan aktivitas fisik seperti berkebun dapat membantu mengimbangi kenaikan berat badan terkait usia dan obesitas pada anak.

Para peneliti dari University of Pennsylvania mengungkapkan orang yang berkebun lebih mungkin mendapatkan tidur nyenyak selama 7 jam di malam hari.

Baca juga: Urine Kelinci Ampuh Suburkan Tanaman, Begini Cara Membuatnya 

3. Bantu jaga daya ingat

Terkait ingatan, dokter mengungkapkan berolahraga meningkatkan fungsi kognitif di otak dan berkebun bisa menjadi salah satunya. Aktivitas berkebun dapat memacu pertumbuhan saraf terkait memori di otak Anda.

Peneliti di Korea membuktikan aktivitas berkebun selama 20 menit pada penyandang demensia bisa meningkatkan jumlah beberapa faktor pertumbuhan saraf otak yang terkait dengan memori.

Di Belanda dan Norwegia, orang dengan demensia sering berpartisipasi dalam program inovatif berkaitan dengan bertanam yang memungkinkan mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di lahan pertanian dan kebun.

4. Dorong suasana hati

Penelitian di Amerika Serikat menemukan berkebun meningkatkan suasana hati dan meningkatkan penghargaan diri Anda. Ketika orang menghabiskan waktu di taman, tingkat kecemasan mereka menurun, begitu juga dengan depresi.

Studi yang diterbitkan pada 2011 menunjukkan orang dengan depresi yang berpartisipasi dalam intervensi berkebun selama 12 minggu kondisinya membaik termasuk gejala depresi. Kondisi ini berlangsung selama berbulan-bulan setelah intervensi berakhir.

5. Menenangkan diri

Bekerja di taman, kebun, atau lahan pertanian dapat membantu memulihkan diri jika Anda mengalami sesuatu yang membuat stres. Dalam sebuah studi pada 2011, para peneliti mengungkapkan bahwa mereka yang menghabiskan waktu untuk berkebun pulih dari stres lebih baik ketimbang misalnya membaca. Mereka yang berkebun juga mengakui suasana hati mereka telah kembali ke keadaan positif.

6. Cara pulihkan diri dari kecanduan

Terapi hortikultura telah ada selama ribuan tahun dan ini menjadi bagian dari program pemulihan kecanduan.

Dalam sebuah studi para peneliti mencatat, tanaman memicu perasaan positif pada orang yang pulih dari kecanduan alkohol, dan merupakan alat rehabilitasi yang efektif.

Dalam studi lain, orang-orang dalam program rehabilitasi yang memilih berkebun sebagai terapi alami mereka melaporkan pengalaman yang lebih memuaskan daripada mereka yang memilih seni.

Tips Aman Bercocok Tanam

Seperti halnya aktivitas lain, bertanam memiliki risiko tertentu bagi kesehatan dan keselamatan Anda. CDC merekomendasikan sejumlah tindakan pencegahan saat Anda berada di lahan pertanian atau kebun, yakni:

1. Perhatikan petunjuk produk setiap kali Anda menggunakan bahan kimia. Beberapa pestisida, pembasmi gulma, dan pupuk bisa berbahaya jika digunakan secara tidak benar.

2. Kenakan sarung tangan, kacamata, celana panjang, sepatu tertutup, dan perlengkapan keselamatan lainnya, terutama jika Anda menggunakan alat tajam.

3. Gunakan semprotan serangga dan tabir surya.

4. Minum banyak air dan sering-seringlah beristirahat untuk mencegah kepanasan serta dehidrasi.

5. Awasi anak-anak. Peralatan tajam, bahan kimia, dan panas luar ruangan dapat menjadi ancaman yang lebih bagi mereka.

6. Dengarkan tubuh Anda. Sangat mudah untuk melukai diri sendiri saat Anda misalnya saat mengangkat sekop yang penuh dengan kotoran.

7. Pastikan Anda mendapatkan vaksinasi tetanus setiap 10 tahun sekali, karena tetanus hidup di dalam tanah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini