Kaesang Ngetwit soal Tumpeng Helo Kiti, Ini Asal Usul Nasi Tumpeng

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 612 2319489 kaesang-ngetwit-soal-tumpeng-helo-kiti-ini-asal-usul-nasi-tumpeng-6MlY5H2Lu2.jpg Kaesang ngetwit (Foto: Twitter Kaesang Pangarep)

Netizen heboh dengan cuitan Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo. Ia membalas komentar sebuah video ceramah ustadz, yang dianggap keluar dari jalur karena menyebut tumpeng sebagai simbol agama tertentu. Padahal masyarakat Indonesia termasuk muslim sering membuat tumpeng.

Lalu Kaesang mempertanyakan, bagaimana kalau tumpeng helo kiti. Apa simbol agama tertentu, para netizen pun dibuat ngakak.

Padahal jika dilihat dari asal usul tumpeng itu sendiri, berkaitan dengan kebudayaan Nusantara. Sebagian masyarakat Indonesia pun selalu menyediakan tumpeng, sebagai simbol suatu perayaan, syukuran misalnya.

 Tumpeng

Dikutip dari buku Serba Serbi Tumpeng, karya Prof. Dr. Ir. Murdijadi Gardjito dan Lilly T. Erwin, tumpeng sendiri menggambarkan ketauhidan.

Tumpeng yang dibuat dengan bentuk lancip menjulang memiliki arti mengarah kepada Tuhan, selain itu jumlah porsi yang banyak bermakna sedekah kepada sesama karena tumpeng umumnya dimakan secara bersama-sama.

Selain itu pada umumnya, di sekeliling tumpeng terdapat berbagai macam lauk pauk, seperti daging ayam atau sapi, telur, tempe, sayuran dan lainnya.

Penempatan tumpeng di tengah sebagai simbol gunung yang berdiri kokoh. Sedangkan lauk di sekelilingnya memiliki arti tanah yang subur di sekitar gunung.

Tumpeng juga memiliki berbagai macam jenis yang berbeda sesuai hajatnya. Jenis ini memiliki arti dan makna berbeda pada berbagai acara.

Tumpeng juga bukan sekadar makanan yang disajikan saja, namun sekaligus sebagai hiasan yang dibuat semenarik mungkin.

Kemudian yang juga menjadi perhatian, dalam sajian tumpeng yaitu daun pisang yang digunakan untuk mengalasi tumpeng. Daun pisang juga dibentuk, serta disusun dengan bentuk menarik.

Tumpeng kerap tersaji dalam perayaan seperti syukuran ataupun memperingati peristiwa besar sehingga masyarakat kadang memperlakukan tumpeng layaknya seperti sajian yang istimewa.

Sementara itu dikutip dari Wikipedia, tumpeng atau nasi tumpeng adalah makanan masyarakat Jawa yang cara penyajiannya nasi dibentuk kerucut, dan ditata bersama dengan lauk-pauk.

 Baca juga: Diketekin, Harga Tas Nagita Slavina Bisa untuk DP Rumah!

Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, nasi putih biasa, atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia sudah mengenal kegiatan ini secara umum.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini