Wow, Ternyata Aligator Juga Bisa Memutus Ekor seperti Cicak

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 612 2319767 wow-ternyata-aligator-juga-bisa-memutus-ekor-seperti-cicak-D5sIHVq2rq.jpg Aligator. (Foto: Inspire Create Celebrate/Pixabay)

CICAK dan kadal dikenal sebagai hewan yang dapat memutuskan ekornya. Hal ini sebagai bagian dari strategi bertahan hidup mereka untuk mengalihkan perhatian predator. Tidak hanya dua hewan kecil tersebut, aligator ternyata juga melakukan hal serupa dan menumbuhkan kembali ekornya.

Faktanya, aligator Amerika berusia remaja dapat menumbuhkan kembali ekornya hingga 18 persen dari panjang tubuhnya. Para peneliti dari Arizona State University (ASU) menemukan hal berbeda pada aligator dalam regenerasi tubuh mereka.

Baca juga: Heboh Buaya Aligator Raksasa Berkeliaran di Lapangan Golf 

Aligator dapat menumbuhkan kembali bagian tubuh mereka yang tersegmentasi lengkap dengan otot yang berbeda sepanjang tinggi badannya.

Dilansir dari Science Alert, Senin (30/11/2020), aligator memutuskan ekornya karena trauma yang ditimbulkan oleh agrasi territorial ataupun kanibalisme dari individu yang lebih besar. Selain itu, rusaknya ekor karena terlindas oleh kendaraan manusia juga pernah tercatat sebagai penyebabnya.

Tim peneliti menjelaskan jaringan ikat pada aligator akan menggantikan otot rangka untuk penyembuhan luka.

"Ekor aligator yang tumbuh kembali didukung oleh tabung tulang rawan yang tidak tersegmentasi daripada tulang. Tidak memiliki otot rangka dan memiliki jaringan ikat seperti bekas luka yang diisi dengan saraf dan pembuluh darah," kata Cindy Xu, ahli biologi Arizona State University (ASU).

Baca juga: Suhu Sangat Dingin, Puluhan Penyu Laut Langka Mendadak Pingsan 

Aligator butuh waktu lebih lama untuk menumbuhkan kembali ekornya yang hilang. Jika ekor kadal dapat tumbuh dalam waktu enam bulan, aligator butuh hingga 18 bulan untuk membentuk kembali ekornya.

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kapasitas regeneratif yang bervariasi di antara berbagai kelompok reptil dan hewan. Studi lebih lanjut masih akan dilakukan terutama tentang bagaimana proses ini dapat bekerja.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini