Sama-Sama Berdebar, Kenali Perbedaan Serangan Jantung dan Panik

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 481 2320179 sama-sama-berdebar-kenali-perbedaan-serangan-jantung-dan-panik-VjfAPOxEhP.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Jantung Anda tiba-tiba mulai berdegup kencang, Anda merasa sesak dan mengalami nyeri hebat di dada. Kira-kira, apakah itu serangan jantung atau serangan panik?

Sangat sulit untuk membedakan antara serangan jantung dan serangan panik karena gejala dari kedua kondisi kesehatan tersebut kurang lebih sama. Stres dan kecemasan yang berlebihan adalah penyebab utama serangan panik, yang juga dapat menyebabkan serangan jantung.

Karena hubungan mereka yang rumit, seringkali orang yang menderita serangan panik dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan darurat. Mengetahui perbedaan antara keduanya dapat menyelamatkan nyawa dan membantu Anda mengatasi masalah dengan cara yang lebih baik.

Serangan Jantung

Melansir Times of India, serangan jantung terjadi ketika arteri koroner yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat atau terhalang. Ini membatasi aliran darah dan oksigen ke otot jantung. Beberapa serangan jantung terjadi seketika dan bisa berakibat fatal, sementara yang lain merupakan kejadian kecil yang berfungsi sebagai tanda peringatan untuk melakukan perubahan yang diperlukan dalam gaya hidup dan diet.

Tanda-tanda khas serangan jantung meliputi ketidaknyamanan di dada, terasa berat di dada, gangguan pencernaan, sesak napas, palpitasi, mual atau keringat dingin, sakit kepala ringan, pucat di wajah, nyeri di tubuh bagian atas, terutama di salah satu atau kedua lengan, leher, punggung, rahang, atau perut.

Meskipun nyeri di dada atau lengan adalah tanda umum serangan jantung, hal itu tidak selalu dialami. Wanita lebih tidak mungkin mengalami nyeri dada dan mungkin menunjukkan tanda-tanda lain seperti kelelahan atau ketidaknyamanan tubuh bagian atas.

Serangan Jantung

Orang yang menderita masalah diabetes, kolesterol tinggi, stres kronis, dan tekanan darah tinggi lebih rentan terkena serangan jantung. Selain itu, kebiasaan merokok, gaya hidup yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko.

Sementara itu, serangan panik sering disebabkan oleh stres yang berlebihan, kecemasan, dan ketakutan yang intens. Seseorang bisa mendapatkan kejadian panik karena kejadian yang membuat stres di rumah atau sebelum presentasi di tempat kerja. Namun, dalam beberapa kasus, tidak ada tanda-tanda serangan panik yang terlihat.

Baca Juga : Insomnia, Sesak Napas dan Rambut Rontok Jadi Gejala Awal Serangan Jantung

Adapun tanda-tanda umum dari serangan panik adalah nyeri dada, jantung berdebar kencang, berkeringat, takut mati, pusing, mual, panas dingin, serta mati rasa atau kesemutan.

Orang-orang berusia 20 dan 30-an lebih cenderung menderita serangan panik. Jika Anda mengalami gangguan panik maka episodenya bisa lebih sering. Serangan panik jika dikenali bisa dikendalikan dengan latihan pernapasan dalam, olahraga ringan dan meditasi. Untuk orang yang menderita gangguan panik, antidepresan yang diresepkan dan obat lain dapat mengurangi intensitasnya.

Meskipun gejala dari kedua kondisi tersebut sama, hasilnya sama sekali berbeda satu sama lain. Dalam serangan panik, seseorang mungkin merasa sedikit tercekik, tetapi serangan jantung adalah ancaman serius bagi kehidupan. Gejala umum serangan jantung dan serangan panik adalah:

- Nyeri dada

Nyeri Dada

Karakteristik nyeri sering berbeda pada kedua kondisi. Pada serangan panik, seseorang merasakan sakit yang menusuk dan menusuk di tengah dada, sedangkan pada serangan jantung rasa sakit itu bisa menyerupai tekanan atau sensasi meremas. Nyeri dada pada serangan jantung dimulai dari tengah dan menjalar ke lengan, rahang, atau tulang belikat.

- Durasi:

Kedua kondisi berkembang secara tiba-tiba, tanpa tanda peringatan. Terkadang, serangan jantung bisa disebabkan karena aktivitas fisik. Serangan panik berlangsung selama 10-15 menit dan menjadi lebih baik seiring waktu. Gejala serangan jantung, di sisi lain, semakin intens seiring waktu.

- Mual

Mual dan muntah bisa menjadi gejala lain dari serangan jantung. Para pasien juga mungkin mengalami batuk atau mengi, dan keringat berlebih.

- Panas dan dingin

Seseorang yang menderita serangan panik mungkin mengalami kedinginan dan hot flash. Sensasi tercekik, kesemutan, mulut kering dan telinga berdenging adalah beberapa gejala lainnya.

Waktu yang tepat untuk mencari pertolongan medis

Jika Anda tidak yakin dengan kondisi kesehatan Anda, maka yang terbaik adalah segera mencari pertolongan medis untuk menghindari kesalahan apa pun. Jika Anda mengalami nyeri dada yang tiba-tiba dan parah yang berlangsung lebih dari 2 hingga 3 menit atau nyeri dada yang menjalar ke lengan dan rahang, Anda harus segera mencari perawatan medis darurat.

Penundaan apa pun jika terjadi serangan jantung bisa mengancam jiwa. Jika Anda sering mengalami episode serangan panik, carilah pengobatan yang tepat; Anda mungkin akan diberi resep obat untuk mengontrol gejala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini