Bepergian saat Libur Panjang, Lakukan 4 Hal Ini Supaya Aman dari Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 481 2320197 bepergian-saat-libur-panjang-lakukan-4-hal-ini-supaya-aman-dari-covid-19-FR2cvhuoWh.jpg Ilustrasi protokol kesehatan ketat cegah covid-19. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

MASYARAKAT Indonesia akan menghadapi libur panjang pada akhir tahun 2020. Tentunya kondisi ini bisa menimbulkan lonjakan kasus virus corona (covid-19) apabila masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pada libur panjang sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian guna mencegah terjadinya lonjakan kasus covid-19. Sebab, pemerintah khawatir munculnya klaster libur panjang. Terlebih lagi dengan kasus baru positif covid-19 yang mencapai lebih dari 6 ribu per hari.

Baca juga: Sama-Sama Berdebar, Kenali Perbedaan Serangan Jantung dan Panik 

"Biasanya masyarakat akan melakukan perjalanan seperti pulang kampung, kumpul bersama keluarga, atau liburan, rekreasi, dan lain-lain. Tapi pengalaman kita sebelumnya saat libur terjadi mobilitas yang sangat tinggi. Masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat lain," terang Tito dalam konferensi pers melalui akun YouTube Sekertariat Kabinet, beberapa waktu lalu.

Aktivitas ini tentu bisa menjadi media penularan covid-19. Oleh karena itu untuk membuat liburan kali ini tidak menjadi media penularan, ada beberapa hal yang harus dilakukan bersama. Setidaknya ada empat poin penting yang disampaikan Tito dalam upaya mencegah terjadinya klaster libur panjang.

1. Tidak datang ke zona merah

Bagi masyarakat yang di daerahnya zona merah atau rawan penularan kalau bisa tidak pulang dan tidak berlibur. Lebih baik mengisi waktu di tempat tinggal masing-masing, seperti bersih-bersih dan menikmati liburan.

Baca juga: Makan Berlebihan dalam Satu Waktu, Berapa Banyak Berat Badan Bertambah? 

2. Tes PCR

Jika harus ke luar kota, yakinkan diri sendiri dengan melakukan tes PCR. Itu akan membuat Anda yakin dalam keadaan negatif, sehingga tidak menjadi penular kepada saudara maupun orangtua yang ada di daerah.

3. Hindari kerumunan

Hindari adanya kerumunan dan tempat di mana tidak bisa menjaga jarak. Protokol kesehatan ketat seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan harus benar-benar diterapkan.

Kerawanan mungkin akan terjadi pada tempat-tempat wisata atau lokasi transaksi jual-beli. Maka itu, sebisa mungkin hindari wilayah seperti itu.

4. Tidak hadir di acara ramai

Sebaiknya menghindari hadir di acara-acara yang ramai orang, seperti kegiatan tradisi maupun budaya dan lainnya. Kalau ingin datang, pastikan tidak terjadi kerumunan di kegiatan tersebut.

Baca juga: Cek Fakta, Benarkah Aligner Lebih Efektif Ratakan Gigi Dibanding Behel? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini