Tenaga Kesehatan Jadi Subjek Utama Pemberian Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 481 2320459 tenaga-kesehatan-jadi-subjek-utama-pemberian-vaksin-covid-19-tahap-pertama-Oe6t8gnWXC.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Tenaga kesehatan dan penghuni fasilitas perawatan jangka panjang akan menjadi kelompok pertama yang ditawari vaksin Covid-19. Hal ini disampaikan langsung oleh Komite Penasihat Independen Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Mereka membahas tentang siapa saja yang akan mendapatkan vaksin dosis pertama dan direkomendasikan dalam pembahasan itu.

Rekomendasi itu akhirnya disetujui dengan perbandingan 13 : 1. Paneh ahli ilmiah membuat rekomendasi kepada CDC dan langsung menerimanya.

“Kami telah menghabiskan delapan bulan untuk membahas dan mengevaluasi data. Kami menggunakan prinsip-prinsip memaksimalkan manfaat dan meminimalkan bahaya, mempromosikan keadilan dan mengurangi ketidakadilan kesehatan,” kata Dr. José Romero, ketua ACIP, sebagaimana dilansir NBC News, Rabu (2/12/2020).

Fase pertama peluncuran vaksin akan dikenal sebagai Fase 1a akan dimulai segera setelah vaksin menerima otorisasi dari Food and Drug Administration (FDA). Mereka saat ini sedang meninjau data pada dua vaksin, yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna. Sementara komite penasihat FDA akan bertemu pada 10 Desember untuk mempertimbangkan otorisasi penggunaan darurat vaksin Pfizer.

Perkiraan saat ini memproyeksikan bahwa tidak lebih dari 20 juta dosis vaksin akan tersedia pada akhir tahun. Dan setiap produk membutuhkan dua dosis. Akibatnya, suntikan akan dijatah pada tahap awal. Para ahli mengatakan vaksin mungkin tidak akan tersedia secara luas di Amerika Serikat (AS) sampai musim semi.

Kedua kelompok di Fase 1a mewakili sekira 24 juta orang AS, 21 juta pekerja perawatan kesehatan dan 3 juta penduduk fasilitas perawatan jangka panjang. Staf yang bekerja di fasilitas perawatan jangka panjang dipertimbangkan di antara pekerja perawatan kesehatan.

vaksin covid-19

Saat pertemuan berlangsung, anggota panel Dr. Beth Bell dari University of Washington mencatat bahwa rata-rata, satu orang meninggal karena Covid-19 per menit di AS saat ini. "jadi saya rasa kita tidak akan bertindak terlalu cepat,” katanya.

Baca Juga : Anies Baswedan Positif Covid-19, Warga Jakarta akan Lebih Patuhi Protokol Kesehatan?

Selama periode diskusi, anggota panel juga menanyakan tentang bagaimana dosis vaksin akan diprioritaskan dalam kelompok di Fase 1a. Misalnya, petugas kesehatan dengan kontak langsung dengan pasien akan menjadi orang pertama yang ditawarkan vaksin. Selain itu individu yang bekerja di fasilitas perawatan jangka panjang.

Pertanyaan lain juga membahas keamanan vaksin dan pemantauan efek samping setelah orang menerima vaksin.

“Kami akan menahan diri pada standar yang sangat tinggi untuk pemantauan keamanan setelah vaksin disahkan dan ketika diluncurkan secara lebih luas,” kata Kepala Pusat Nasional untuk Imunisasi dan Penyakit Pernafasan di CDC, dr. Nancy Messioner.

Pemantauan keamanan akan mencakup beberapa komponen, termasuk Sistem Pelaporan Kejadian Merugikan Vaksin, yang dikelola oleh CDC dan FDA. Selain itu pendekatan baru yang disebut V-SAFE, yang memantau penerima awal vaksin Covid-19 dengan pesan teks dan online survei juga akan diperhatikan.

Satu suara penolakan datang dari dr. Helen Talbot yang merupakan seorang profesor kedokteran di Vanderbilt University. Setelah pemungutan suara, Talbot mengatakan bahwa dia mendukung pemberian vaksin kepada petugas kesehatan, tetapi khawatir tentang penghuni fasilitas perawatan jangka panjang yang lemah dan lebih tua yang menerima suntikan.

Dokter Talbot mempertanyakan efektivitas vaksin yang diberikan apakah akan bekerja dengan baik bagi mereka.

"Saya merasa jaringan keamanan kami untuk fasilitas perawatan jangka panjang belum cukup kuat. Saya pikir ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan,” terang Talbot.

Dokter

Seorang Shli Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, dr. William Schaffne yang tidak termasuk dalam panel, mengatakan bahwa rekomendasi tersebut adalah keputusan yang sangat bagus.

“Perjalanan panjang dimulai dengan langkah pertama. Dan ini adalah langkah pertama yang tegas dan jelas bahwa petugas kesehatan dan penghuni fasilitas perawatan jangka panjang harus menjadi yang pertama dalam antrean untuk mendapatkan vaksin,” terang Schaffner.

Schaffner mengakui keprihatinan tentang pemberian vaksin kepada penghuni panti jompo. Menurutnya para peneliti harus mencari tahu tentang persoalan ini.

“Tidak ada keputusan yang tepat di sini, tidak ada keputusan yang salah di sini. Panel penasehat akan bertemu lagi dalam beberapa minggu untuk memutuskan siapa yang harus antri mendapatkan vaksin berikutnya. mereka kemungkinan, guru, polisi, pemadam kebakaran dan pekerja di bidang penting lainnya seperti produksi makanan dan transportasi, orang tua, dan orang-orang masalah medis (komorbid),” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini