Orang Memilih Diam saat Terinfeksi Covid-19, Ini Penyebabnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 612 2320020 orang-memilih-diam-saat-terinfeksi-covid-19-ini-penyebabnya-8lIbRfoKM6.jpg Ilustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa 1 Desember mengumumkan bahwa dirinya terinfeksi covid-19. Kabar tersebut sengaja diumumkan Anies untuk mempemudah sistem testing, tracing, dan treatment (3T) dalam upanya pencegahan serta penanggulangan virus corona.

Meski demikian saat ini masih banyak masyarakat yang cenderung diam atau bahkan menutupi kondisi dirinya ketika dinyatakan positif covid-19. Tentunya tindakan seperti itu bisa membuat virus corona makin menyebar luas. Lantas apa penyebab orang tidak mau berkata telah terinfeksi covid-19?

Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Jangan Pilih Lokasi Wisata di Zona Merah Ya! 

Dirangkum dari Healthing, Rabu (3/12/2020), seorang mahasiswa Phd di Brock University sekaligus penulis penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology, Alison O’Connor, mengungkapkan bahwa diam ketika terkena covid-19 terasa lebih mudah dan aman dibanding jujur yang dapat menempatkan seseorang dalam situasi lebih rentan.

"Misalnya jika saya tidak sepenuhnya mengikuti protokol jarak sosial, dan saya mengungkapkan informasi itu kepada orang lain, sementara itu adalah hal yang benar secara moral untuk dilakukan, itu akan berdampak negatif bagi saya. Saya mungkin merasa malu karena orang lain mengamati atau menilai perilaku saya secara negatif," terangnya.

Virus corona. (Foto: Shutterstock)

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa menyembunyikan informasi telah terinfeksi covid-19 memang dapat melindungi diri dari pandangan orang lain. Meski demikian, hal tersebut akan berdampak negatif terhadap orang lain.

Baca juga: Wajib Dijalani, 5 Tips Aman Tidak Terpapar Covid-19 saat Libur Akhir Tahun 

Profesor di Departemen Psikologi di Universitas Brock, Angela Evans, mengatakan bersikap jujur dengan kondisi yang dialami saat ini adalah pilihan paling tepat untuk dilakukan. Mengingat konsekuensi potensial dari ketidakjujuran adalah menulari orang lain dengan covid-19. Mengatakan kebenaran tentang gejala yang dialami dan mengaku terinfeksi adalah hal penting.

"Kejujuran akan menjadi penting untuk menghentikan persebaran covid-19 dan juga menjaga hubungan saling percaya dengan orang lain selama dan setelah pandemi," terang Evans.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini