Perempuan Tangguh Ini Berhasil Lindungi 500.000 Hektare Hutan dari Pengeboran Minyak Bumi

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 612 2320461 perempuan-tangguh-ini-berhasil-lindungi-500-000-hektare-hutan-dari-pengeboran-minyak-bumi-ODIBxptxjQ.jpg Perempuan tangguh Amazon (Foto: BBC)

Banyak orang mengira perempuan merupakan makhluk yang lemah. Namun kenyataannya perkiraan itu salah.

Seorang perempuan pemimpin masyarakat adat di hutan hujan Amazon di Ekuador bernama Nemonte Nenquimo, dianugerahi penghargaan lingkungan Goldman Environmental Prize 2020.

Nemonte dipilih karena berhasil melindungi 500.000 hektare hutan hujan dari pengeboran minyak bumi. Ia memimpin masyarakat adat Waorani menggugat Pemerintah Ekuador atas rencana mereka menjual area komunitas adatnya.

 Nemonte

Kemenangan atas kasus legal mereka menjadi preseden hukum bagi hak-hak masyarakat adat.

"Hutan hujan kami tidak untuk dijual," ujar Nemonte.

Seperti dilansir dari BBC, menurut Nemonte, melindungi lingkungan bukanlah sebuah pilihan. Namun warisan yang dia putuskan untuk lanjutkan.

"Suku Waorani selalu menjadi pelindung, mereka mempertahankan wilayah dan budaya mereka selama ribuan tahun," ujarnya.

Nemonte menjelaskan, saat ia masih kecil dia suka mendengarkan para tetua menceritakan kisah tentang bagaimana masyarakat adat Waorani hidup sebelum misionaris datang pada tahun 1950-an.

"Kakek saya adalah seorang pemimpin dan dia melindungi tanah kami dari serbuan orang luar, dia benar-benar mempelopori perlawanan itu dengan menghadapi para penyusup, dengan tombak di tangan," terang Nemonte.

Nemonte mengatakan, sejak usia lima tahun, dia didorong oleh para tetua untuk menjadi pemimpin.

"Secara historis, perempuan Waorani yang mengambil keputusan. Sedang laki-laki berperang," jelasnya.

"Perempuan Waorani membuat pria mendengarkan mereka dan baru setelah kami berhubungan dengan misionaris evangelis, kami diberi tahu bahwa Tuhan menciptakan Adam dan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, saat itulah kebingungan [tentang peran perempuan] dimulai. "

Namun Nemonte bersikukuh bahwa peran perempuan dalam komunitas Waorani tetap menduduki peran kunci.

Nemonte mengatakan, ia perempuan pertama yang dipilih sebagai Ketua Suku Waorani di Provinsi Pastaza tetapi ada banyak pemimpin perempuan di antara masyarakat adat Waorani lain.

Para perempuan itu telah membimbingnya dalam perjuangan untuk melindungi wilayah mereka dari pengeboran sumur minyak. Mereka adalah para pelindung dan pahlawan lingkungan.

Pada April 2019, hakim dalam kasus hutan yang akan dibor untuk membuat sumur minya bumi, memenangkan Suku Waorani.

Baca juga: Wajib Dijalani, 5 Tips Aman Tidak Terpapar Covid-19 saat Libur Akhir Tahun

Putusan itu tidak hanya melindungi 500.000 hektare dari pengeboran minyak, tetapi juga berarti bahwa pemerintah harus memastikan persetujuan atas dasar informasi awal tanpa paksaan sebelum melelang lahan lain di masa mendatang.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini