Selain Jadi Bumbu Dapur, Rempah Dipakai untuk Mewarnai Kain Tenun di Lombok

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 194 2321091 selain-jadi-bumbu-dapur-rempah-dipakai-untuk-mewarnai-kain-tenun-di-lombok-rDant0HqOo.jpg Kain tenun khas Lombok (Foto : Dewi/Okezone)

Umumnya,orang akan menggunakan rempah-rempah sebagai bumbu dapur ataupun jamu. Lain halnya dengan masyarakat Sasak di Lombok. Sejak dahulu, mereka juga menggunakan rempah sebagai pewarnaan dari sebuah kain tenun.

Dosen Fakultas Seni Institut Kesenian Jakarta, Lucky Wijayanti mengatakan, masyarakat Sasak terbiasa dengan budaya menenun. Tenunan yang dihasilkan berupa kain ini digunakan dalam berbagai upacara adat. Baik upacara kelahiran, khitanan, ataupun kematian.

"Jadi mereka akan membuat kain yang digunakan untuk berbagai upacara adat di Lombok. Mulai dari kelahiran hingga kematian," kata Lucky melalui Webinar Jalur Rempah pada Kamis (3/12/2020).

Kain Tenun

Baca Juga : Potret Seksi Kirana Larasati Berbalut Kain Tenun Sumba, Sungguh Menawan!

Jauh dari kata modern, akan tetapi masyarakat Sasak cukup kreatif dalam memanfaatkan alam untuk menghasilkan karya fashion yang indah. Mereka menggunakan kapas yang kemudian dibuat menjadi benang, kemudian diberi sentuhan warna menggunakan rempah-rempah.

Seperti untuk menghasilkan warna cokelat, mereka menggunakan cengkeh. Untuk warna cokelat tua, mereka menggunakan gambir. Sedangkan untuk warna cokelat kehijauan, mereka menggunakan kayu manis dan daun jati.

(hel)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini